Breaking News:

Virus Corona

Waspada Tsunami Covid-19, Ridwan Kamil Sebut Jika Nekat Mudik, Indonesia Akan Seperti India

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memperingatkan ledakan kasus Covid-19 seperti di India bisa terjadi di Indonesia

Humas Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memperingatkan ledakan kasus Covid-19 seperti di India bisa terjadi di Indonesia apabila warga tidak patuh dengan memaksa mudik pada Lebaran tahun ini.

Warga Jabar diminta mematuhi aturan pemerintah dengan tidak mudik pada waktu yang ditentukan. 

Ditemui seusai rapat koordinasi kepala daerah seluruh Indonesia bersama Presiden RI secara virtual, Ridwan Kamil menuturkan Presiden khawatir jika aktivitas masyarakat tidak dibatasi karena merasa sukses vaksinasi, Indonesia akan bernasib sama seperti India.

Baca juga: Tsunami Covid-19 Makin Ganas, WHO Ungkap Varian Virus Corona dari India Ditemukan di 17 Negara

"Presiden punya rasa kekhawatiran terkait mudik. Berkaca pada India yang merasa sukses kemudian terjadi pelonggaran. Tadi Presiden menitipkan agar mudik betul-betul dilarang dan diperketat," ujarnya di kantor Badan Penghubung Jabar di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Menurut Ridwan Kamil, pemerintah melarang mudik bukan untuk menghalangi silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman tapi melindungi masyarakat dalam kerangka yang lebih besar, yakni keselamatan bangsa dan negara.

Sejak instruksi larangan mudik dikeluarkan pemerintah pusat, Jabar sudah menyiapkan strategi pembatasan penyekatan di sejumlah titik guna mengantisipasi pergerakan pemudik.

"Jabar sudah menyiapkan rencana pembatasan penyekatan di jalan utama maupun jalan tikus," katanya.

Baca juga: Pemkab Cirebon Terima Tambahan Dosis Vaksin Covid-19, Langsung Didistribusikan ke Fasyankes

Kondisi di India saat ini kian memprihatinkan. Media bahkan menyebutnya dengan istilah tsunami Covid-19.

Kini di negara itu kasus positif Covid-19 per hari mencapai 300.000 dan meninggal 200.000 orang. Tiap dua jam ada 115 pasien meninggal.

Halaman
12
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved