Selasa, 12 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Virus Corona

Indonesia Terancam Kena Tsunami Covid-19 Seperti India, Jika Masyarakat Berani Abaikan Hal Ini

Kondisi di India saat ini sangat memprihatinkan. Media bahkan menyebutnya dengan istilah ‘tsunami’ Covid-19.

Tayang:
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNCIREBON.COM- Sejak instruksi larangan mudik dikeluarkan pemerintah pusat, Jabar telah menyiapkan strategi pembatasan penyekatan di sejumlah titik guna mengantisipasi pergerakan pemudik.

"Jabar sudah menyiapkan rencana pembatasan penyekatan di jalan utama maupun jalan tikus," kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (30/4/2021).

Kondisi di India saat ini sangat memprihatinkan. Media bahkan menyebutnya dengan istilah ‘tsunami’ Covid-19.

Baca juga: Penggali Kubur di India Enggak Bisa Berpuasa, Saking Banyaknya Mayat Hingga Kewalahan Bekerja 24 Jam

Kini di negara itu kasus positif per hari mencapai 300.000 orang, dan meninggal 200.000 orang. Tiap dua jam ada 115 pasien meninggal.

Para petugas di pusat krematorium kewalahan karena terus menerima jenazah.

Otoritas setempat mempertimbangkan jenazah dibakar di jalanan jika krematorium penuh.

Baca juga: Kondisi Mencekam di India Akibat Tsunami Covid-19 Diungkap Mahasiswa Asal Indonesia, Ini Katanya

Khawatir kasus India terulang di Jabar Sementara itu, Ketua Harian Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, dengan jumlah penduduk paling banyak di Indonesia, dia khawatir lonjakan kasus Covid-19 di India akan terjadi di Jabar.

"Kami tak mau kecolongan seperti kasus di India," tutur Daud.

Kasus di India, sambung Daud, terjadi akibat lalainya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Ketika mereka berhasil menekan angka Covid-19, mereka berpuas diri dan abai protokol kesehatan.

Untuk itu, ia mengingatkan warga menghindari kerumunan dan kegiatan-kegiatan meski yang merupakan tradisi tahunan.

Ia juga memotivasi para tenaga medis khususnya yang berada di Labkes Jawa Barat.

Selama ini, para tenaga keseharan bekerja 24 jam nonstop.

"Bahkan ketika harus pergi ke luar kota, mereka tak pernah mengeluh dan langsung bergerak cepat. Saya berterima kasih kepada para pejuang ini," pungkasnya.

Baca juga: Kakek 70 Tahun di India Mengayuh Sepeda Bawa Jasad Istrinya yang Tewas karena Corona untuk Dikremasi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved