Gempa Bumi di Sukabumi
Dampak Gempa Magnitudo 5,0, Dua Rumah di Sukabumi Ambruk, Penghuni Selamat
Tak hanya dua rumah yang ambruk, Sihabudin menyebut, terdapat lima rumah yang terancam ambruk.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Gempa bumi magnitudo 5,0 tadi sore menyebabkan dua unit rumah warga di Kampung Linggaresmi RT 05 RW 04, Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ambruk, Selasa (27/4/2021).
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Bantargadung, Sihabudin mengatakan, dua rumah ini merupakan milik Husen dan Emar.
"Sekitar pukul 16.23 WIB telah terjadi bencana gempa bumi sehingga mengakibatkan 2 unit rumah ambruk," ujarnya via pesan singkat, Selasa malam.
Tak hanya dua rumah yang ambruk, Sihabudin menyebut, terdapat lima rumah yang terancam ambruk.
"Sementara 5 rumah lainnya terancam ambruk diakibatkan dari gempa bumi. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban luka maupun korban jiwa, aman terkendali," jelasnya.
Baca juga: Warga Bandung Ini Merasakan Adanya Guncangan Gempa, Tapi Mulanya Dikira Goyang karena Lapar
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,6 Sukabumi Kejutkan Ibu-ibu di Tasikmalaya yang Sedang Memasak Menu Buka Puasa
Saat ini, pihaknya masih menghitung jumlah kerugian akibat peristiwa tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Gempa bumi magnitudo 5,6 menggung wilayah Selatan Sukabumi, Jawa Barat.
Setelah di-update, BMKG mencatat gempa menjadi Mw 5,0. Diketahui gempa terjadi pukul 16.23.39 WIB, Selasa (27/4/2021).
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Dr. Daryono mengatakan, gempa terletak pada koordinat 7,74 LS dan 106,92 BT.
"Gempa terjadi pada hari Selasa 27 April 2021 pukul 16.23.39 WIB dengan magnitudo update Mw 5,0," katanya via pesan singkat.
Fakta-fakta
Daryono menyebut, gempa berada du laut pada jarak 89 kilo meter arah selatan Kota Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 58 km.
Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya gempa ini adalah jenis gempa dangkal.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang diduga dipicu adanya penyesaran/patahan dalam Lempeng Indo-Australia. Sehingga gempa ini dapat disebut sebagai gempa intraslab (oceanic intraslab earthquake) seperti halnya gempa 6,1 yang terjadi di selatan Jawa Timur pada 10 April 2021 lalu," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/dua-rumah-di-sukabumi-ambruk.jpg)