Gempa Bumi
Warga Bandung Ini Merasakan Adanya Guncangan Gempa, Tapi Mulanya Dikira Goyang karena Lapar
Gempa bumi yang berpusat di Sukabumi, dirasakan di Bandung, Selasa (27/4) menjelang waktu berbuka puasa.
Laporan Wartawan TribunJabar.id, M Syarif Abdussalam
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gempa bumi yang berpusat di Sukabumi, dirasakan di Bandung, Selasa (27/4) menjelang waktu berbuka puasa.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Indonesia Tsunami Early Warning System BMKG, gempa terjadi di tenggara Kabupaten Sukabumi.
Website tersebut merinci bahwa gempa bumi ini berkekuatan Magnitude 5.6.
Terjadi pada 27 April 2021 pukul 16:23:37 WIB. Lokasinya pada 7.86 LS, 106.87 BT, atau 103 km Tenggara Kabupaten Sukabumi dengan Kedalaman 14 kilometer.
Gempa ini contohnya dirasakan di Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,6 Sukabumi Kejutkan Ibu-ibu di Tasikmalaya yang Sedang Memasak Menu Buka Puasa
Baca juga: GEMPA BARU SAJA TERJADI, Berkekuatan 5,6 Magnitudo, BMKG Sebut Berpusat di Sukabumi Jawa Barat
Warga Cijagra, Mardiansyah (32), mengatakan awalnya ia tidak yakin terjadi gempa.
"Saya kira bukan gempa. Saya kira awalnya karena pusing akibat perut lapar. Tapi pas lihat air di galon bergoyang, saya yakin itu gempa," kata Mardiansyah melalui ponsel.
Dia pun mengatakan warga lainnya di Cijagra ikut merasakan goncangan yang tidak terlalu kuat tersebut.
Mereka keluar rumah untuk membicarakan gempa tersebut walaupun hujan sedang turun.
Warga Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Fitriani Fauzi (28), mengatakan warga sekitarnya pun merasakan guncangan gempa.
Namun demikian, warga tidak sampai panik.
"Aky kira awalnya karena lapar puasa, kirain pusing gitu. Tahunya memang gempa. Lampu gantung di rumah bergoyang," katanya.
Namun demikian, katanya, gempa tersebut tidak menyebabkan kerusakan di lingkungan sekitarnya.
Warga, katanya, sempat cemas jika akan terjadi goncangan susulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/gempaaa.jpg)