KRI Nanggala 402 Hilang Kontak

Profil Kolonel Laut Harry Setiawan Dansatsel yang Turut Berada di KRI Nanggala-402, Masih Dicari

Kolonel Harry Setiawan sendiri merupakan Komandan Kapal Selam (Dansatsel) Komando Armada (Koarmada) II yang berada di KRI Nanggala-402 tersebut.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Foto Kolonel (P) Harry Setiawan di kediamannya, Kamis (22/4/2021). 

"Pak Harry punya empat anak, yang paling besar itu, neneknya bilang dia sudah masuk angkatan juga, dari SMP dia test angkatan juga lulus, ya memang cita-citanya pengen seperti orang tuanya, kata neneknya," ujarnya.

Dari Depok, menetap di Surabaya Dilansir dari Surya, Kolonel Harry merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Ia dibesarkan dari keluarga TNI Angkatan Udara. Ibu kandung Kolonel Harry, Ida Farida, berdomisili di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Di sebuah sekolah di Depok juga lah Kolonel Harry mengenyam bangku pendidikan SMA. Lulus dari SMA di Depok, Kolonel Harry masuk ke akademi militer dan lulus pada 1997.

Kolonel Harry kemudian menikah dan kini dikaruniai empat anak. Bersama keluarganya, ia berdomisili di Surabaya, Jakarta Timur, tepatnya di Kompleks TNI AL Gedangan.

Kolonel Harry dikenal sebagai sosok yang cerdas dan disiplin. Hal itu yang membawanya dipercaya sebagai Dansatsel Koarmada II sejak 6 Maret 2021.

Paman Harry, Jajang Jalaludin, menuturkan, keponakannya sosok yang supel dan pandai bergaul. Harry, dilanjutkan Jajang, adalah pribadi yang sangat dekat dengan keluarga dan sayang kepada orangtuanya.

"Setiap mau berangkat berlayar, dia selalu pamit," ujar Jajang kepada wartawan, Kamis (22/4/2021). Harry bahkan sempat pamit untuk ikut latihan tempur pada Senin (19/4/2021).

"Mohon doa restu katanya ada latihan penembakan torpedo yang kedua. Mudah-mudahan lancar dan selamat," ucap Jajang menirukan ucapan Harry kala itu.

Berdoa untuk keselamatan Jajang menambahkan, Ida langsung bertolak ke Surabaya ketika mengetahui putranya turut dalam kapal selam yang hilang itu. Keluarga yang berada di Depok dan daerah lain pun hanya bisa menunggu kabar baik.

"Sampai saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut. Kami juga lihat berita saja, belum ada tanda-tanda. Walau pun ada kabar titik terang ternyata masih simpang siur," ujar Jajang.

Pihak keluarga dan kerabat, lanjut Jajang, telah menggelar doa dengan harapan semua awak di kapal selam tersebut dapat ditemukan.

"Kemarin kami juga sempat berdoa sekeluarga, saudara yang ada di kampung juga semua ikut berdoa. Semoga cepat ditemukan dan seluruh personel yang 53 itu dapat selamat dan pulang ke rumah masing-masing," urainya.

Jajang tak lupa turut melayangkan doa bagi keselamatan para relawan dan tim SAR yang saat ini dikerahkan.

"Mudahan-mudahan tim dari Basarnas, Angkatan Laut, yang bekerja dengan keras dapat menemukan, dan kembali dengan selamat," pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved