Breaking News:

BI Cirebon Klaim Temuan Uang Palsu di Ciayumajakuning Menurun Setiap Tahunnya, Tahun Ini Baru 930

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon mengklaim temuan uang palsu di Ciayumajakuning menurun setiap tahunnya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
tribunnews.com
Ilustrasi uang 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon mengklaim temuan uang palsu di Ciayumajakuning menurun setiap tahunnya.

Kepala KPw BI Cirebon, Bakti Artanta, mengatakan, jajarannya juga telah menemukan kasus temuan uang palsu pada tahun ini.

Menurut dia, hingga April 2021 terdapat 930 lembar uang palsu yang ditemukan KPw BI Cirebon di wilayah Ciayumajakuning.

"Jumlah temuan sementara pada tahun ini jauh lebih sedikit dibanding 2020," ujar Bakti Artanta saat ditemui di KPw BI Cirebon, Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: Soal Hadapi Balas Dendam Persib, Bek Persija Tanggapi: Kami Akan Berjuang untuk Bawa Piala

Baca juga: Ditantang Cetak Gol Cepat saat Persib vs Persija Final Leg Kedua Piala Menpora, Ini Jawaban Robert

Ia mengatakan, KPw BI Cirebon menemukan 3158 lembar uang palsu sepanjang 2020.

Selain itu, sebanyak 4711 lembar uang palsu ditemukan jajarannya pada 2019 di Wilayah III Cirebon.

Sementara temuan uang palsu selama 2018 di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan mencapai 5284 lembar.

"Dari data kami, kasus penemuan uang baru di Ciayumajakuning terus menurun setiap tahunnya," kata Bakti Artanta.

Pihaknya juga berupaya maksimal dalam menekan peredaran uang palsu melalui edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah.

Agar masyarakat mampu mengenal karakteristik dan desain rupiah, memperlakukan rupiah secara tepat, dan menjaga diri dari kejahatan uang palsu.

Kebutuhan Selama Ramadan

Kantor Perwalikan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon memprediksi kebutuhan uang masyarakat Ciayumajakuning selama ramadan hingga Idulfitri mencapai Rp 2,575 triliun.

Bakti Artanta mengatakan, jumlah tersebut meningkat relatif sangat kecil dibanding tahun lalu.

Pasalnya, pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 masih berlangsung hingga kini.

"Alasan utamanya karena saat ini sektor ekonomi belum sepenuhnya pulih," ujar Bakti Artanta saat ditemui di KPw BI Cirebon, Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Sabtu (24/4/2021).

Ia mengatakan, kebutuhan uang masyarakat Ciayumajakuning pada ramadan dan Lebaran tahun lalu hanya mencapai Rp 2,538 triliun.

Jumlah tersebut hampir hanya separuh dari kebutuhan uang ramadan dan Lebaran 2019 yang mencapai Rp 4,123 triliun.

Sementara kebutuhan uang di momen ramadan dan Idulfitri 2018 tercatat mencapai Rp 2,522 triliun.

"Kami menyiapkan Rp 5,7 triliun uang baru pada tahun ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Ciayumajakuning," kata Bakti Artanta.

Pihaknya juga bekerja sama dengan bank umum dan BPR untuk memenuhi kebutuhan uang baru di masyarakat pada momen ramadan dan Lebaran tahun ini.

Sebanyak 174 lokasi penukaran uang baru tersebar di seluruh wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved