Ayah yang Diduga Aniaya Putri Kandung di Tasik Karena Soal Kucing, Datangi Kantor Polisi, Ini Akunya
Ds (36), ayah yang diduga meng- aniaya putri kandung -nya sendiri yang berusia 10 tahun memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Septiawan Adi Prihartono, mengungkapkan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil visum.
Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang, Prabowo Subianto Angkat Bicara: Ungkap Soal Investasi hingga Ajak Berdoa
Baca juga: AWAS Modus Baru Peredaran Miras dalam Kemasan Gelas Plastik Jus Buah-buahan di Tasikmalaya
Menurut pengakuan ibu tiri korban, sang ayah tega memukul dan mencubit putrinya sendiri hingga luka memar di kedua kaki dan tangan," kata Septiawan, di P
Mapolres, Kamis (22/4/2021).
Aksi yang dilakukan sang ayah, Ds (36), dilakukan lantaran korban menolak saat disuruh membuang kotoran kucing di ruangan kerja bengkel kendaraan.
Terlapor sendiri memiliki usaha bengkel kendaraan di Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Indihiang, yang sekaligus sebagai tempat tinggalnya.
Menurut ibu tiri korban, bau kotoran kucing memang menggangu kenyamanan warga yang tengah menunggu perbaikan kendaraannya.
"Anak saya menolak buang kotoran kucing itu. Tapi diluar dugaan suami saya malah memukul dan mencubitnya hingga memar," kata sang ibu tiri saat dimintai keterangan oleh petugas.
Baca juga: Presiden Jokowi Minta Doa Agar KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak Segera Ditemukan, Ini Katanya
Baca juga: Nathalie Holscher Menangis Tersedu-sedu Saat Tahu Dirinya Hamil Anak Sule, Ini Usia Kandungannya
Kronologi
Ini kronologi ayah diduga aniaya putri kandungnya sendiri di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, hanya karena urusan kotoran kucing.
Ds (36), diduga telah menganiaya putri kandungnya sendiri yang berusia 10 tahun. Akibatnya, korban menderita luka lebam di kedua kaki serta salah satu tangannya.
Tak terima perlakuan Ds seperti itu, H (40), ibu tiri korban, mengadukan perbuatan Ds ke Polres Tasikmalaya Kota.
"Dari pengakuan H inilah kami mandapatkan kronologi awal peristiwa ayah diduga aniaya anaknya sendiri," kata Kasatreskrim, AKP Septiawan Adi Prihartono, di Mapolres, Kamis (22/4).
Seperti dituturkan H, lanjut Septiawan, peristiwa itu berawal dari adanya kotoran kucing di ruangan bengkel kendaraan milik keluarga tersebut di Jalan Ibrahim Adjie.
Karena bau kotoran khawatir menggangu orang yang sedang menunggu perbaikan motornya, H meminta bantuan suaminya membuang kotoran kucing itu.
Ds lantas menyuruh korban untuk membuang kotoran. Namun korban menolak, dan entah bagaimana persisnya, korban malah menangis dan mengacak-acak baud di dalam kotak.
Ulah korban membuat Ds naik pitam. Ia kemudian memukul tangan korban dan mencubit kedua kakinya. Hingga mengalami luka lebam.