Breaking News:

PSK Tewas Ditusuk Belasan Kali oleh Pelanggan, Sang Pria Hanya Bayar Setengah Usai Kencan Semalaman

M ditusuk berkali-kali pria hidung belang pelanggannya sendiri, Djodi Cahyadi (28), sampai kritis, usai berkencan semalaman.

Editor: Mumu Mujahidin
shutterstock
Ilustrasi pisau: PSK Tewas Ditusuk Belasan Kali oleh Pelanggan, Sang Pria Hanya Bayar Setengah Usai Kencan Semalaman 

"Korban sudah dalam penanganan medis di RSU Tangerang. Pelaku sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Polres Tangerang Selatan," pungkasnya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta, Sabtu 24 April 2021, Libra Jaga Hubungan, Sagitarius Tenangkan Pasangan

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 24 April 2021, Cancer Jangan Ikut Campur, Gemini Memulai Hubungan Serius

Kondisi Korban

M, seorang wanita pekerja seks komersial (PSK) yang dianiaya pelanggannya sendiri kini terbaring lemah di RSUD Tangerang.

Sudah 10 hari PSK Online itu menjalani perawatan medis intensif karena tubuhnya penuh luka tusuk dan sayatan.

Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Iman Imanuddin, mengatakan, paling banyak luka tusuk yang dialami M berada di sekitar perut dan dada.

Namun, dari foto M yang TribunJakarta.com dapatkan, luka menganga juga terdapat pada bagian wajahnya.

"14 tusukan di dada dan perut, kebetulan tidak mengenai organ vital, jadi korban bisa menjalani perawatan," ujar Iman saat rilis kasus penganiayaan berdarah itu di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Kamis (22/4/2021).

"Saat ini kondisinya stabil," tambah Iman.

Curi Ponsel Korban

Aksi bengis Djodi Cahyadi (28) yang menusuk wanita seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial M (27) tidak berhenti sampai situ saja.

Selain menganiaya secara sadis, Djodi juga mencuri ponsel pintar milik M.

Hal itu diungkapkan Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin, saat gelar rilis kasus tersebut di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Kamis (22/4/2021).

"Handphone korban yang diambil," ujar Iman.

Mengaku Menyesal

Djodi Cahyadi (28) hanya bisa tertunduk lesu kala dipamerkan di depan awak media saat kasusnya dirilis di Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel), Jalan Raya Promoter, Serpong, Kamis (22/4/2021).

Matanya merah seperti hendak menangis. Sesekali ia memandangi para pewarta yang sibuk dengan ponsel dan kameranya.

Mengenakan baju tahanan oranye, tangan Djodi diborgol.

Sambil berjalan digiring petugas, Djodi mengaku menyesali perbuatannya, ia kalap tak mampu menahan amarah saat itu.

"Saya menyesal, saya khilaf," ujar Djodi.

(TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Berita lainnya terkait kasus penganiayaan.

 

Berita lain terkait kasus Penganiayaan

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved