Kisah Tim Pemulasaraan Covid-19 Indramayu, Ada Jenazah Mati Suri, Mau Dimakamkan Nadi Berdenyut Lagi

Kejadian jenazah Covid-19 mengalami mati suri rupanya pernah terjadi di Kabupaten Indramayu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Istimewa
Tim pemulasaran Covid-19 Kabupaten Indramayu. 

Kendala lainnya, karena speedometer mobil ambulance itu rusak sehingga tim pemulasaran tidak mengetahui BBM habis.

Kejadian sampai mendorong-dorong mobil itu, sedikitnya, dialami tim pemulasaran Covid-19 Kabupaten Indramayu sebanyak 4 kali.

"Saya juga belum cek langsung, tapi saya sudah dapat laporan kejadian tersebut, bahwa itu speedometer mobil tidak berfungsi," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di Pendopo Indramayu, Senin (1/2/2021).

Kabar baiknya, disampaikan Taufik Hidayat, dirinya sudah memerintahkan untuk memfasilitasi mobil ambulance yang laik untuk digunakan mengantar jenazah Covid-19, termasuk untuk keperluan BBM. 

Taufik Hidayat bahkan mengaku prihatin adanya kejadian tersebut.

Ia menekankan, kejadian itu tidak boleh lagi terjadi.

"Termasuk pembenahan-pembenahan SOP-nya, karena kita sudah anggarkan semua," ujarnya.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Selasa 2 Februari 2021, Waspadai Hujan & Angin Kencang

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Selasa 2 Februari 2021, Waspadai Hujan & Angin Kencang

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved