Korban Tewas Ledakan Tangki Pertamina

BREAKING NEWS: Korban Ledakan Tangki Pertamina Balongan Indramayu Meninggal Bertambah, Masih SMA

Korban ledakan kilang minyak Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu yang meninggal dunia bertambah lagi.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Tangkapan layar pemerintah Kecamatan Juntinyuat saat mengumumkan meninggalnya AF (18) korban ledakan tangki PT Pertamina RU VI Balongan Indramayu di media sosial facebook, Selasa (20/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Korban ledakan kilang minyak Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu yang meninggal dunia, bertambah lagi.

Terbaru, korban berinisial AF (18), warga Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu.

Kabar meninggalnya AF ini juga disampaikan pemerintah Kecamatan Juntinyuat melalui akun media sosial facebook.

Baca juga: Satu Korban Kebakaran Pertamina Indramayu Wafat Tadi Malam, Alami Luka Bakar di Sekujur Tubuh

Baca juga: Cari Penyebab Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan, Polisi Sudah Selesaikan Olah TKP 

Saat dikonfirmasi, Camat Juntinyuat M Nurul Huda membenarkan kabar tersebut.

"Iya benar, AF kelas 2 SMA usianya 18 tahun," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (20/4/2021).

M Nurul Huda menyampaikan, AF meninggal dunia tepatnya pada pukul 11.44 WIB siang hari tadi di RS Pertamina Pusat (RSPP) Jakarta.

Nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong walau tim dokter sudah berupaya maksimal mungkin menangani kondisi terakhir pasien.

Karena luka bakar yang cukup serius, korban akhirnya menghembuskan napas terakhir.

"Semoga diterima iman Islam nya dan diampuni dosanya serta keluarga yang ditinggalkan tabah dan tawakal dalam menghadapi ujian ini," ucap dia.

Baca juga: Kusminih Asal Indramayu Jadi Orang Kaya Baru, Dapat Duit Ganti Rugi Rp 3 Miliar dari PT Pertamina

Baca juga: Warga 3 Desa di Indramayu Mendadak Jadi Jutawan & Miliarder, Duit Ganti Rugi Proyek Pertamina Cair

Sebelumnya, korban IA (17) warga Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat juga dikabarkan meninggal dunia.

Karena luka bakar cukup serius, nyawa korban akhirnya tidak tertolong walau tim medis sudah berupaya maksimal.

IA saat itu meninggal dunia di RSPP Jakarta pada Jumat (9/4) pukul 22.49 WIB.

Baca juga: Persib Bandung Lagi Banjir Pujian, Tak Pernah Kalah di Piala Menpora, Progres Dinilai Menjanjikan

Baca juga: Sedihnya Atalia Kamil Kena Covid-19, Mau Peluk dan Cium Bayi Arka, tapi untuk Saat Ini Gak Bisa Dulu

Bupati Sempat Tengok Korban

Kondisi korban luka bakar ledakan tangki T-301 di areal Kilang Minyak Balongan Indramayu pada Selasa 6 April 2021, masih menjalani perawatan serius.

Kondisi mereka masih cukup memprihatinkan dengan luka bakar 40-60 persen. 

Beberapa di antaranya masih harus mendapat perhatian khusus untuk penanganan infeksi dan sirkulasi.

Baca juga: Polisi Periksa 5 Karyawan Pertamina Terkait Ledakan Tangki di Kilang Balongan, Belum Gelar Olah TKP

Baca juga: Menteri ESDM Pastikan Insiden di Kilang Balongan Tak Pengaruhi Proyek Petrochemical Complex Jabar

Kondisi tersebut diketahui setelah Bupati Indramayu, Nina Agustina menjenguk enam korban tersebut di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) pada Senin (5/4/2021) kemarin.

"Para korban semoga diberikan kesabaran dan terus berdoa untuk kesembuhan, saat ini keadaan korban sudah semakin membaik," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (6/4/2021).

Nina Agustina juga meminta doa kepada masyarakat, untuk bersama mendoakan kesembuhan fisik maun dampak psikologis atau trauma agar segera pulih kembali.

Sebelumnya, keenam korban itu mengalami luka serius setelah terpental saat ledakan besar dari empat tangki T-301 di areal Kilang Minyak Balongan pada Senin (29/3/2021) dini hari kemarin.

Saat itu, mereka langsung dilarikan ke RSUD Indramayu. Akan tetapi, karena kondisinya cukup memprihatinkan, keenam korban langsung dirujuk ke RSPP di Jakarta.

Berikut keterangan medis soal kondisi keenam korban ledakan tangki T-301 di areal Kilang Minyak Balongan Indramayu:

1. Tn IA, 17 tahun, ruang ICU
Luka bakar grade II-III 60 persen dengan trauma inhalasi hari VII.

Kondisi stabil dengan perhatian khusus pada penanganan infeksi dan sirkulasi. 

Terapi sesuai kondisi pasien meliputi obat, cairan, transfusi komponen darah, cvvh, dan lain-lain. Sudah dilakukan perawatan luka pagi tadi. ( Kini sudah meninggal dunia)

2. Tn AF, 18 tahun, ruang ICU
Luka bakar grade II-III 40 persen dengan trauma inhalasi hari VII. 

Kondisi stabil dengan perhatian khusus pada penanganan infeksi. 

Terapi sesuai kondisi pasien meliputi obat, cairan, transfusi komponen darah, perawatan luka, dan lain-lain. Sudah perawatan luka bedside pagi tadi. ( Kini sudah meninggal dunia)

3) Tn AA, 22 tahun, ruang ICU
Luka bakar grade II-III 50 persen dengan trauma inhalasi hari VII. 

Kondisi stabil dan perbaikan. Perhatian khusus pada penanganan infeksi. Terapi sesuai kondisi pasien. 

4) Tn K, 17 tahun, Ruang Perawatan. 
Luka bakar grade II-III 40 persen dengan trauma inhalasi hari VII. Kondisi stabil dan perbaikan. 

5) Tn CI, 17 tahun, Ruang Perawatan 
Luka bakar grade II-III 40 persen hari VII. Kondisi stabil. Kualitas pernafasan baik. Terapi sesuai kondisi pasien

6) Tn DI, 17 tahun, Ruang Perawatan
Luka bakar grade II-III 40 persen grade 2-3 hari VII. Kondisi stabil dan perbaikan.
Terapi sesuai kondisi pasien. 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved