Breaking News:

SOAL Pengajuan Dispensasi Penangguhan THR dari Perusahaan di Majalengka, Begini Kata Disnaker

Momon: Tahun kemarin memang ada beberapa perusahaan yang memang mengalami hambatan pembayaran THR meskipun memang di ujungnya memberikan

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kantor Disnakerin Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker UMKM) Majalengka memastikan tak ada perusahaan yang mengajukan dispensasi untuk penangguhan THR.

Hal ini menandakan, perusahaan siap membayar THR para buruh secara full atau tidak dicicil.

Pembayaran THR secara full juga sudah diatur dalam dalam Surat Edaran Menaker RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Baca juga: Siap-siap, THR PNS 2021 Akan Cair Awal Mei, Ini Rincian Besaran yang Bakal Diterima

Baca juga: 40 Objek Wisata di Majalengka Tetap Buka Selama Ramadan, Terasering Panyaweuyan Hingga Paralayang

Pemberian tunjangan tersebut juga mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahu 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Kendati demikian, dalam surat edaran Bupati Majalengka yang baru saja keluar, ada dispensasi masa pembayaran, yakni paling lambat H-7 sebelum hari raya Idul Fitri.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker UKM) Majalengka melalui Kabid Hubungan Industrial, Momon Rukman berharap ini sinyal positif perusahaan menjalankan kewajibannya dengan baik.

Kondisi seperti ini, berbanding terbalik dengan tahun lalu yang mana ada beberapa perusahaan yang mengalami hambatan pembayaran THR.

"Tahun kemarin memang ada beberapa perusahaan yang memang mengalami hambatan pembayaran THR meskipun memang di ujungnya memberikan," ujar Momon saat ditemui di kantornya, Senin (19/4/2021).

Momon menjelaskan, di Majalengka sendiri ada sebanyak 261 perusahaan baik skala besar, menengah dan kecil.

Dari jumlah itu, ada 39 perusahaan yang dinyatakan skala besar.

"Tahun lalu mungkin kaget, karena awal pandemi Covid-19. Ada yang dibayar 2 kali, ada juga dibayar akhir Desember," ucapnya.

Hasil sosialisasi pun, sambung dia, perusahaan menyatakan siap membayar THR secara penuh.

Jangan sampai, pemberian stimulus Pemerintah diganti dengan kekecewaan yang diperlihatkan oleh para buruh.

"Masa sih tidak mampu harus mampu lah. Tahun ini hanya ada satu perusahaan yang dipastikan failed. Tapi kalau yang lain insyaallah komitmen," jelas dia.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved