Ramadan 1442 H
Para Santri Tunanetra di Majalengka Semangat Baca Alquran Braille di Bulan Ramadan
Di momen bulan ramadan ini, para santri yang berjumlah kurang lebih 10 orang tersebut tampak semangat membaca Alquran braille.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Ia juga mengaku, belajar membaca Alquran braille memiliki kesulitan tersendiri.
Irma harus menghafal tajwidnya terlebih dahulu, sebelum membaca dengan cara diraba tersebut.
"Gampang-gampang susah," ucapnya.
Memasuki bulan ramadan seperti sekarang ini, Irma menyatakan waktunya lebih sering untuk membaca Alquran.
Selain mendapatkan pahala, membaca Alquran menjadi salah satu hobinya dari keterbatasan yang ia miliki.
"Saya sudah sejak lahir begini (tunanetra), saya pastinya semangat meski tidak bisa melihat," jelas dia.
Solehudin, Pengajar Alquran braille SLB Bagian Tunanetra Majalengka mengatakan, untuk bisa membaca Alquran braille sendiri harus ditunjang dari beberapa faktor.
Selain memang dari indra peraba yang tajam, faktor usia juga menjadi hal penting sebagaimana kemampuan seseorang cepat bisa membaca Alquran tersebut.
"Jika yang bersangkutan menjadi tunanetra-nya baru atau di usia dewasa, kemungkinan butuh waktu lama untuk bisa membaca Alquran braille."
"Soalnya harus benar-benar mengasah ketajaman jari, membedakan huruf yang satu ke huruf yang lain," kata Solehudin.
Solehudin menjelaskan, untuk para pemula yang hendak belajar membaca Alquran braille harus diperkenalkan terlebih dahulu huruf latinnya.
Kemudian, setelah paham membaca huruf latin, santri melanjutkan dengan belajar huruf hijaiyah.
"Jadi ada tahapan-tahapannya, tidak langsung ke Alquran begitu," ujarnya.
Sementara, Wakil Kepala SLB Bagian Tunanetra Majalengka, Saefudin mengatakan kegiatan membaca Alquran braille bagi para santri tunanetra merupakan program yang diselenggarakan selama bulan ramadan.
Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan tadarus tersebut dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
"Kami memiliki 16 santri atau siswa. Dari jumlah itu, ada 3 orang masih kelas 1,2 dan 3, sisanya dewasa. Alhamdulilah kegiatan membaca Alquran braille sangat diminati oleh santri yang memiliki keterbatasan fisik," ucap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/santri-tunanetrai-majalengka-baca-alquran.jpg)