Breaking News:

Kecamatan Losarang dan Cikedung Tak Masuk Wilayah Kabupaten Indramayu Barat, Ternyata Ini Alasannya

Ketua Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat Sukamto mengatakan, tidak bisa masuknya dua kecamatan tersebut karena terbentur regulasi.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ketua DPRD Indramayu, Taufik Hidayat saat menandatangai surat persetujuan pemekaran Kabupaten Indramayu Barat di DPRD Kabupaten Indramayu, Senin (22/7/2019). 

Dalam hal ini, Sukamto meminta kerelaan dari masyarakat di Kecamatan Losarang dan Cikedung menerima keputusan tersebut karena susah menjadi regulasi yang ditentukan pemerintah.

Seperti diketahui, pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jabar sudah menandatangani persetujuan pemekaran untuk wilayah Kabupaten Indramayu Barat.

Penandatangan yang dilakukan pada Jumat (16/4/2021) kemarin itu resmi menjadikan Kabupaten Indramayu Barat sebagai Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB).

Sekedar informasi, Calon daerah Kabupaten Indramayu Barat nantinya akan memiliki luas 933 kilometer persegi, terdiri dari 10 kecamatan dan 95 desa.

Jumlah penduduknya ada sebanyak 676 ribu jiwa, yakni meliputi Kecamatan Kroya, Haurgeulis, Gantar, Gabus Wetan, Terisi, Kandanghaur, Bongas, Anjatan, Sukra, dan Kecamatan Patrol.

Adapun untuk wilayah ibu kota Kabupaten Indramayu Barat, dipilih Kecamatan Kroya.

Diberitakan sebelumnya, DPRD Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyepakati Persetujuan Bersama Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Bogor Timur dan Kabupaten Indramayu Barat di Gedung DPRD Jabar, Jumat (16/4).

Persetujuan bersama CDPOB Kabupaten Bogor Timur dan Kabupaten Indramayu Barat tersebut pun ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat, disaksikan para pendukung dan presidium kedua CDPOB tersebut.

"Ini hari bersejarah bagi kami, menyetujui Bogor Timur dan Indramayu Barat jadi daerah otonom baru. Karena Jabar membutuhkan pemekaran yang proporsional dan adil," ujar Ridwan Kamil.

Kang Emil pun mengucapkan selamat pada masyarakat Bogor Timur dan Indramayu Barat. Selanjutnya, surat persetujuan tersebut akan diberikan ke Kemendagri.

"Insya Allah lancar untuk disetujui kemudian ke DPR RI dan DPD. Ini babak semifinal dari kami sudah selesai masih ada babak finalnya dari pusat," katanya.

Baca juga: TKW Asal Jabar Disiksa Majikannya di Malaysia Secara Membabi Buta, Badan Kurus, Tak Digaji 5 Tahun

Baca juga: PENGAKUAN Pelaku Pemukulan Setelah Bikin Babak Belur Wanita Perawat RS Siloam, Ucap Kata-kata Ini

Baca juga: Farshad Noor Masih Tampil Melempem, Di Babak Kedua Diganti Abdul Aziz, Robert Alberts Bilang Begini

Kang Emil mengatakan Jawa Barat kini memiliki lima Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB), dengan daerah terbaru adalah Kabupaten Indramayu Barat dan Kabupaten Bogor Timur yang tahapannya sudah selesai di tingkat provinsi.

"Sehingga total selama dua tahun kemungkinan menjadi lima daerah ya. Dulu ada Bogor Barat, Garut Selatan, dan Sukabumi Utara, sekarang ditambah Indramayu Barat dan Bogor Timur," katanya.

Kabupaten Bogor Timur, kata dia, memiliki penduduk sekitar satu juta jiwa dengan calon ibukota di Jonggol. Kemudian Kabupaten Indramayu Barat berpenduduk sekitar 600 ribuan dengan calon ibukota di Kroya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved