Breaking News:

Kasus Buang Bayi Digigit Anjing: Tersangka Juga Beberkan Soal Cara Sembunyikan Kehamilannya

Tersangka buang bayi di Kampung Sukahurip, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, menyembunyikan kehamilannya dengan memasang korset

Editor: dedy herdiana
NBC
Ilustrasi: Kasus Buang Bayi Digigit Anjing: Tersangka Juga Beberkan Soal Cara Sembunyikan Kehamilannya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Tersangka buang bayi di Kampung Sukahurip, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, menyembunyikan kehamilannya dengan memasang korset.

Tersangka, Rp (21) warga Kampung Sukahurip, mengaku selalu mengenakan korset ketat agar perutnya yang buncit tak terlalu kelihatan.

"Saya selalu memakai korset," kata Rp, di Mapolres Tasikmalaya Kota, Jumat (16/4). Terutama jika ia hendak keluar.

Baca juga: UPDATE Kasus Buang Bayi Digigit Anjing, Tersangka Beberkan Kondisi Bayi saat Dibuang 

Baca juga: INI Pengakuan Wanita Pembuang Bayi Hasil Hubungan Gelap yang Tewas Digigit Anjing di Tasik

Kasus buang bayi ini heboh karena pada saat jasad bayi ditemukan, Minggu (11/4), selain tengah digigit anjing juga kedua kaki, mulai sendi lutut ke bawah tidak ada lagi diduga dimakan anjing.

Selama ini Rp tinggal di kosan di Kecamatan Mangkubumi dan bekerja di sebuah pabrik tak jauh dari tempat kosannya.

Ia selalu mengenakan korset jika hendak bekerja serta kalau pulang kampung. Sehingga tak seorang pun curiga ia tengah hamil.

Baca juga: Polisi Tangkap Perempuan Muda Pembuang Bayi, Mayat Bayi Ditemukan Dalam Kresek yang Digigit Anjing

Baca juga: Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibunuh Wanita Muda di Ponorogo Lantaran Malu Hamil di Luar Nikah

"Ia kemudian melahirkan sendirian di kosan dan menurut pengakuannya bayi meninggal setelah tali ari-ari diputuskan sendiri oleh tersangka," kata Kasatreskrim, Septiawan Adi Prihartono.

Untuk memastikan penyebab kematian bayi, jasad bayi akhirnya diautopsi Kamis (15/4) malam di RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

"Hasil autopsi mungkin sekitar dua minggu keluar. Kami tunggu untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya," ujar Septiawan. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved