Tetangga Habib Bahar Jadi Saksi Sidang, Satu Saksi Dimintai Maaf, Satu Lagi Kena Semprot Habib
Sejumlah tetangga jadi saksi untuk terdakwa Habib Bahar di persidangan Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Selasa (13/4)
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sejumlah tetangga jadi saksi untuk terdakwa Habib Bahar di persidangan Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Bandung ( PN Bandung), Jalan LLRE Martadinata, Selasa (13/4/2021).
Habib Bahar didakwa melakukan tindak pidana penganiayaan pada Ardiansyah, driver taksi online pada 2018.
Penganiayaan dilakukan di kediaman Bahar di Perumahan Bukit Cimanggu Kecamatan Tanah Sereal Kota Bogor.
Baca juga: Habib Bahar Ingin Persidangannya Cepat dan Tertutup : Jika Sidang Disiarkan, Saya Enggak Akan Hadir
Baca juga: Jaksa Ungkap Awal Mula Habib Bahar Aniaya Andriansyah, Berawal dari Mengantar Istri
Saksi yang dihadirkan merupakan saksi fakta atau saksi yang melihat kejadian penganiayaan.
Selain itu, saksi ini merupakan tetangga Habib Bahar yang dihadirkan dipersidangan secara virtual teleconference.
Pertemuan Habib Bahar dengan saksi juga sekaligus silaturahmi.
Habib Bahar sempat bertanya kabar dengan saksi Puji Hartono.
"Lama enggak ketemu. Maaf saya waktu itu enggak sempat datang ke undangan khitanan anak saksi," ucap Habib Bahar, menyapa pada saksi Puji Hartono.
Habib Bahar menanyakan tiga hal pada Puji Hartono.
Kendaraan apa yang biasa dipakai Bahar bin Smith hingga keseharian Habib Bahar.
"Apa mungkin saya melakukan itu (penganiayaan) jika tanpa sebab, apakah selama saya tinggal di situ saya buat ribut," tanya Bahar.
"Setahu saya Habib pakai sedan sport Mazda dua pintu. Saya memahami setiap ada asap pasti ada api. Saya sempat lihat Habib bertemu tetangga saya sedang ngobrol depan rumah saya. Saat itu saya tidak bisa bergabung. Tapi sepengetahuan saya, habib sebagaimana warga yang baik meski kami jarang interaksi," ucap Puji.
Sementara itu, saksi Putu, masih tetangga Habib, sempat kena semprot Habib Bahar saat bersaksi bahwa Habib Bahar sempat melontarkan teriakan untuk membunuh Ardiansyah.
Saat itu, Ardiansyah sempat berusaha dimasukkan ke dalam mobil Pajero oleh dua orang.