Breaking News:

Ramadan 1442 H

Terlanjur Jadi Kebiasan, Tidur Setelah Sahur Ternyata Bisa Berakibat Fatal Bagi Kesehatan

Rupanya, dari sisi medis, tidur setelah sahur juga tidak diperbolehkan dan bahkan dianggap berbahaya karena dapat memicu penyakit

ISTIMEWA
Ilustrasi puasa. 

TRIBUNCIREBON.COM- Saat bulan Ramadan, umat Islam disarankan untuk menjalankan berbagai sunah, salah satunya sahur.

Namun, tidak jarang banyak orang yang melakukan sahur masih dalam keadaan mengantuk, sehingga mereka akan langsung tidur kembali setelah menyantap makanan sahur.

Padahal, hal ini tidak dianjurkan, bahkan Rasulullah SAW pun tidak mengajarkan tidur setelah sahur.

Melansir Tribunnews.com, Rasulullah SAW biasanya akan beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang telah dikonsumsi lebih mudah dicerna.

Rupanya, dari sisi medis, tidur setelah sahur juga tidak diperbolehkan dan bahkan dianggap berbahaya karena dapat memicu penyakit.

Seorang ahli gizi RS Daerah Ulin Banjarmasi, Pramono, menjelaskan dampak tidur setelah sahur kepada Tribunnews.com.

Baca Juga: Apakah Orang yang Terinfeksi Covid-19 saat Bulan Ramadhan Tetap Diperbolehkan untuk Berpuasa? Ini Jawaban WHO dan MUI

Menurut Pramono, tidur setelah sahur dapat menyebabkan lemak tertimbun dalam perut karena saat tidur tubuh tidak menggunakan energi yang baru saja masuk melalui makanan sahur.

Pendapat ini juga senada dengan seorang ahli gizi klinis, dr Inge Permadi, MS, SpGK, yang dikutip dari Kompas.com.

"Ketika makanan masuk ke dalam tubuh kita, berarti tubuh kita sedang aktif. Bukan masalah metabolisme tubuh, tapi makanan adalah sumber energi. Ketika sumber energi tidak dipergunakan oleh tubuh kita, yang akan terjadi akan ditumpuk" jelas dia.

Halaman
12
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved