Breaking News:

Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Wilayah Daop 3 Cirebon Turun Jadi Rp 85 Ribu Mulai Hari Ini

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, kini tarif rapid test antigen menjadi Rp 85 ribu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Ilustrasi: Para penumpang saat menikmati layanan rapid test antigen di Stasiun Jatibarang Indramayu, Jumat (25/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon memberlakukan tarif baru untuk layanan rapid test antigen mulai hari ini.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, kini tarif rapid test antigen menjadi Rp 85 ribu.

Sebelumnya tarif layanan tersebut di sejumlah stasiun wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon ialah Rp 105 ribu.

"Tarif rapid test antigen turun Rp 20 ribu dari sebelumnya" kata Suprapto saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Ingin Rujuk dengan Mantan Istri, Seorang Ayah Siksa Anak Kandung Berusia 3 Tahun: Diinjak-injak

Baca juga: Kasus Ibu Jual Anaknya ke Pria Hidung Belang Bikin Heboh Majalengka, Ini Kata Bupati Karna Sobahi

Ia mengatakan, tarif baru itupun berlaku mulai hari ini di seluruh stasiun yang menyediakan layanan rapid test antigen.

Saat ini, layanan itu tersedia di stasiun wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon, di antaranya, Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, dan Stasiun Jatibarang.

Karenanya, penurunan tarif tersebut semakin menambah pilihan bagi penumpang yang akan menaiki kereta api jarak jauh.

Sebab, mereka harus menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab test, rapid test antigen, dan GeNose test.

"Itu sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 12 Tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 27 Tahun 2021," ujar Suprapto.

Ia menyampaikan, dalam surat edaran itu diatur bahwa masa berlaku hasil negatif rapid test Antigen adalah tiga hari sejak pengambilan sampel.

Pihaknya juga mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan skrining deteksi Covid-19.

"Terutama pada moda transportasi kereta api untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Suprapto.

Baca juga: Arya Saloka Ungkap Kabar Gembira, Pemeran Aldebaran Ketiban Rezeki Nomplok Jelang Ramadan

Baca juga: Profil Profesor Muradi Lengkap Umur dan Agama, Guru Besar Unpad yang Jadi Komisaris Waskita

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved