Breaking News:

Temuan Pembelian Obat Kedaluwarsa Rp 1,2 Miliar di RSUD Indramayu Didalami Kejaksaan dan Inspektorat

Temuan ini berawal saat Nina Agustina meminta laporan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Indramayu dalam tiga bulan terakhir.

Foto istimewa
Bupati Indramayu, Nina Agustina saat melakukan sidak di RSUD Indramayu, Kamis (8/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pembelian obat kadaluarsa senilai Rp 1,2 Miliar ditemukan dalam Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Indramayu.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Indramayu, Iyus Zatnika membenarkan adanya temuan itu.

Pihaknya pun bakal mendalami temuan karena merugikan uang negara.

Saat ini, laporan tersebut sedang didalami oleh bagian Intel Kejaksaan Negeri Indramayu.

"Nanti kalau sudah alat buktinya lengkap naik ke kita di Pidsus untuk melakukan penyelidikan," ujar dia.

Baca juga: Bupati Indramayu Naik Pitam, Temukan Pembelian Obat Kedaluwarsa Senilai Rp 1,2 M Saat Sidak RSUD

Baca juga: Duh Nina Agustina Udah Berani Tunjuk-tunjuk Bawahannya, Ingatkan Soal Ini di Awal Masa Jabatannya

Bupati Indramayu, Nina Agustina saat melakukan sidak di RSUD Indramayu, Kamis (8/4/2021).
Bupati Indramayu, Nina Agustina saat melakukan sidak di RSUD Indramayu, Kamis (8/4/2021). (Foto istimewa)

Sebelumnya, temuan ini didapati Bupati Indramayu, Nina Agustina saat melakukan Sidak di rumah sakit setempat.

Temuan ini berawal saat Nina Agustina meminta laporan keuangan BLUD RSUD Indramayu dalam tiga bulan terakhir.

Permintaan itu sudah dilakukan berulang kali namun tidak diindahkan oleh pihak direktur, sehingga harus melakukan Sidak.

Benar saja, saat disidak, ia menemukan pembelian obat kadaluarsa senilai Rp 1,2 Miliar.

Pada kesempatan itu, Nina Agustina langsung menghubungi Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Indramayu untuk mengusut tuntas keganjalan tersebut.

"Dokumen laporan keuangan yang selama ini dibuat direksi RSUD Indramayu harus diperiksa dan diselidiki, saya tidak mau kedepannya ada masalah hukum," ujar Nina Agustina.

Adanya temuan ini, membuat Direktur dan Wakil Direktur Keuangan RSUD Indramayu terlibat pasrah saat disidak Bupati.

Jajaran direktur mengaku siap menerima sanksi bilamana ada kesalahan yang dilakukan jajarannya.

"Saya sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam mengelola RSUD ini,saya pasrahkan sama pimpinan saja," ungkap Direktur RSUD Indramayu, Lisfayeni.

Baca juga: Masih Ingat Polwan yang Selingkuh dengan Seniornya di Jateng? Kemarin Polwan Polres Pati Dikumpulkan

Baca juga: Profil Profesor Muradi Lengkap Umur dan Agama, Guru Besar Unpad yang Jadi Komisaris Waskita

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved