Breaking News:

Dua Preman Kampung yang Melakukan Pemalakan di Gedebage Diamankan Polisi, Terancam 9 Tahun Penjara

Dua preman kampung yang melakukan pemalakan di kawasan Gedebage, Bandung diamankan polisi.

ist
Ilustrasi - 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dua preman kampung yang melakukan pemalakan di kawasan Gedebage, Bandung diamankan polisi.

Dua pelaku berinisial A dan E ini memalak pegawai perusahaan telekomunikasi yang sedang memperbaiki kabel fiber optik. 

Aksinya kemudian terekam dalam video dan tersebar di media sosial. Dalam video itu keduanya memaksa korban memberikan uang Rp 1 juta sebagai pengamanan. 

Baca juga: Antisipasi Kerumunan di Masjid, Pemkab Majalengka Batasi Ceramah 15 Menit Selama Ramadan

Baca juga: Ogah Beri Rp 1 Miliar, Profesor M Mengaku Malah Dimintai Rp 2 Miliar oleh Pengacara Miss Landscape

Dalam rekaman itu pun terdengar keduanya mengancam akan menurunkan belasan anggota ormas jika pegawai tersebut tak menuruti permintaannya.

Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang mengatakan, 

pihak perusahaan pun memenuhi permintaan keduanya dan langsung membuat laporan kepada pihak kepolisian.

"Peristiwa pemalakan itu terjadi pada 3 April lalu. Saat itu, pekerja melakukan perbaikan kabel fiber optik yang putus akibat proyek. Datang dua orang E dan A datang menemui korban, dimintai uang pengamanan. Korban tidak memegang uang namun tetap dipaksa," ujar Adanan Mangopang, di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (8/4/2021).  

Adanan menegaskan bakal melakukan  pengembangan karena diduga praktik pemalakan melibatkan banyak pihak dan terjadi berulang kali. 

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadan 1442 H Indramayu, Lengkap Doa Kamilin & Doa Setelah Tarawih

"Praktek ini bisa terjadi dimana saja. Kalau masyarakat tau, melihat mendengar segera melapor. Jajaran polsek diinstruksikan untuk melakukan pengembangan. Kami dari Polrestabes Bandung akan memback up," katanya. 

Atas perbuatannya, A dan E dijerat Pasal 368 tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Di tempat yang sama, A mengaku bahwa uang hasil pemerasan itu digunakan untuk membeli minuman keras. 

"Uangnya dibagi bagi dua dengan (E), buat minum-minum (keras)," ujar A. 

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved