Penemuan Korban Tabrakan Kapal
Remaja Ini Selamat dari Maut Setelah Nekat Melaut demi Bantu Ekonomi Keluarga di MV Barokah Jaya
Eriyanto beralasan berangkat melaut untuk mengisi waktu luang dan untuk membantu perekonomian keluarga.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Tidak sedikit Anak Buah Kapal (ABK) MV Barokah Jaya masih berusia remaja.
Mereka turut menjadi korban dalam insiden tabrakan kapal yang terjadi di Perairan Indramayu pada Kamis (3/4/2021) sekitar pukul 16.45 WIB kemarin.
Hal tersebut diketahui berdasarkan data yang dicatat Kantor SAR Bandung.
Dari total 32 ABK, sebanyak 15 di antaranya selamat dan sudah dievakuasi, sekarang mereka dalam perjalanan menuju pelabuhan di KUD Miyasa Mina atau TPI Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Dari 15 ABK itu, ada 9 ABK di antaranya masih berusia belasan tahun, yakni usia 13 sampai dengan 18 tahun.
Baca juga: Seorang Ibu Menangis Sepanjang Malam Saat Tahu Anaknya Jadi Korban Tabrakan Kapal MV Barokah Jaya
Baca juga: Ayu Ting Ting Ketemu Nagita Slavina di Nikahan Atta - Aurel, Mepet Tembok Hindari Istri Raffi Ahmad
"Memang kalau di lingkungan nelayan banyak anak-anak sudah melaut," ujar Wasito (45), ayah salah satu korban selamat atas nama Eriyanto kepada Tribuncirebon.com, Minggu (4/4/2021).
Namun, dalam insiden ini, Wasito tidak menyangka insiden itu turut menimpa anaknya.
Walau demikian, sekarang ini ia sedikit merasa lega setelah mengetahui nama anak keduanya itu masuk ke dalam daftar korban yang selamat.
Wasito mengatakan, sebelum berangkat melaut, Eriyanto memang sudah meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua.
Eriyanto beralasan berangkat melaut untuk mengisi waktu luang dan untuk membantu perekonomian keluarga.
Kondisi belajar daring yang saat ini diberlakukan pemerintah karena pandemi Covid-19 membuat Eriyanto mencoba meluang waktunya membantu keluarga.
Tercatat, sudah dua kali Eriyanto ikut melaut, kali pertama remaja itu ikut melaut dengan niat membantu Wasito yang juga merupakan ABK.
Namun, pada kali kedua, kejadian nahas itu justru terjadi, saat itu Eriyanto berangkat bersama rekan-rekannya tanpa didampingi ayahnya.
"Waktu itu saya mau berangkat tapi tidak jadi, kata Eriyanto bapak pulang saja kasian ibu lagi sakit biar dia aja yang berangkat," ujar Wasito menirukan percakapan dengan anaknya.