Breaking News:

Soal KBM Tatap Muka, Bupati Majalengka: Harus Dengan Kesiapan yang Matang

Bupati Majalengka, Karna Sobahi menanggapi kebijakan Pemerintah pusat terkait pembelajaran tatap muka

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Bupati Majalengka, Karna Sobahi menanggapi kebijakan Pemerintah pusat terkait pembelajaran tatap muka terbatas satuan pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, hal itu perlu disiapkan dengan matang terlebih dahulu.

Pihaknya tidak ingin mengambil risiko, karena banyak usia muda yang rentan terhadap paparan virus corona.

Baca juga: Istri Ogah Berhubungan Badan, Pria Ini Cabuli Bocah 8 Tahun, Tak Kuat Lihat Rok Korban Menyingkap

Baca juga: LIVE STREAMING Persija vs Bhayangkara Solo FC, Laga Hidup Mati untuk ke 8 Besar Piala Menpora 2021

"Kita akan mengeluarkan kebijakan, untuk membuka sekolah itu tetap harus dengan kesiapan yang matang. Karena saya tidak mau ada risiko, di pembukaan KBM tatap muka ini menimbulkan klaster baru," ujar Karna Sobahi kepada Tribun, Rabu (31/3/2021).

Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya kembali mewajibkan seluruh guru untuk menjalankan vaksinasi terlebih dahulu.

Hingga, vaksinasi tahap dua dan masa inkubasi selesai.

"Makanya, kita ingin vaksin dulu semua guru yang mengajar dan vaksinnya dua kali. Jadi jangan serta merta sudah aman, aman bagaimana," ucapnya.

Baca juga: BPBD Indramayu Minta Warga Sekitar Pertamina Balongan yang Bertahan di Rumah Segera Ngungsi

Baca juga: Aa Gym Cabut Gugatan Cerai terhadap Teh Ninih, Alasannya Apa? Pengacara Aa Gym Berani Bilang Begini

Sebab, sambung Karna Sobahi, berbicara aman dalam konsep Covid-19 itu, harus semuanya dalam kondisi siap.

Seperti, tidak ada orang yang terkonfirmasi, lingkungan mendukung dan protokol kesehatannya ada.

"Saya tidak ingin ada korban, kalau guru seorang tetapi para siswa kan banyak. Maka dari itu, semua guru harus menjalani vaksinasi terlebih dahulu sebelum KBM tatap muka. Itu pun untuk zona yang aman," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Ahmad Suswanto menambahkan, ada empat kecamatan yang saat ini masuk dalam zona hijau.

Empat kecamatan itu ialah Bantarujeg, Malausma, Lemahsugih dan Sindang.

Ia juga mengungkapkan lebih dari 10 ribu guru tingkat SD dan SMP sederajat yang diajukan Dinas Pendidikan untuk menjalani vaksinasi.

"Kita sudah ajukan 10 ribu lebih guru untuk divaksin ke Dinas Kesehatan, besok jadwalnya akan divaksin untuk guru SMP dan Mts dulu, baru guru SD menyusul nanti," katanya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved