Breaking News:

KISAH Tragis Korban Banjir Bandang Sumedang yang Selamat, Soleh Terseret Arus, Kaki Patah Dada Sesak

Sebuah kisah tragis tentang banjir bandang di Sumedang dituturkan korban yang selamat, Soleh (68). Ia salah satu korban selamat banjir bandang

Istimewa
Petugasdan warga saat melakukan pencarian korban terseret banjir bandang di Sumedang. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ery Chandra

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Sebuah kisah tragis tentang banjir bandang di Sumedang dituturkan korban yang selamat, Soleh (68).

Ia merupakan salah satu korban selamat banjir bandang di Sumedang.

Soleh mengaku masih trauma saat mengenang peristiwa yang membuatnya jadi korban.

Baca juga: Kisah Duka Istri Almarhum Korban Banjir Bandang Sumedang, Amanah Sedih Saat Pandangi Motor Suaminya

Baca juga: SAMBUT Malam Nisfu Syaban, Jangan Salah! Ini Amalan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Bencana banjir bandang itu telah menyeretnya hingga mengharuskannya mendapat perawatan di rumah sakit.

Soleh pulang dari rumah sakit kemarin pukul 09.00 WIB pagi.

Kini ia tengah beristirahat untuk pemulihan luka-luka cukup berat yang dialaminya.

Soleh terbaring di ruang tamu kediamannya di wilayah RT 03/03 Desa Citengah, seraya berselimut, didampingi istri dan anaknya.

"Awalnya Abah tengah kerja sekitar lokasi. Sore itu sempat mengobrol dengan almarhum Wareng (Mamat Rahmat) bahkan sempat merekam video pakai handphone saat air datang," ujar Soleh seperti dilansir dari Tribunjabar.id, Sabtu (27/3/2021).

Ia bersedia menceritakan sedikit peristiwa banjir bandang yang menerjang kawasan Desa Citengah.

Saat itu, tak berselang lama air mengalir cukup kencang mengarah kepada mereka berdua.

Baca juga: Soleh Terseret Banjir Bandang Saat Berada di Saung, Kini Terbaring Lemah di RSUD Sumedang

Baca juga: Seorang Korban Banjir Bandang Citengah Ditemukan 4 Km dari TKP, Tewas di Persawahan

Areal persawahan yang terdampak banjir bandang di Citengah, Sumedang Selatan.
Areal persawahan yang terdampak banjir bandang di Citengah, Sumedang Selatan. (Istimewa)

Secara spontan Soleh pun berlari sekuat tenaga menuju sebuah bangunan. Rekannya, Mamat Rahmat (45), juga lari.

"Pas dilihat ada air, almarhum lari entah ke mana. Saya ke bangunan, sempat terbawa arus sekitar 50 meter. Syukurnya saya masih sadar," katanya.

Ketika peristiwa banjir bandang yang melanda kawasan tersebut sekitar pukul setengah lima petang, Kamis (25/3/2021), Soleh saat itu berupaya untuk menyelamatkan jiwanya.

"Sekeliling saya sudah enggak tahu ada apa saja, entah bebatuan dan campur lainnya. Kaki saya patah, rencana operasi. Sekarang dada masih sesak. Alhamdulillah, masih selamat," ujarnya. (*)

Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved