Human Interest Story
Bripka Asep Hermawan Blak-blakan Soal Motivasinya Hingga Lulus S2 dan Bersamaan dengan Lulus S3
Asep yang menjabat Ps Kanit Provos Polsek Ciwaringin itupun dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Unisula Semarang dan
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Bripka Asep Hermawan, bintara Polresta Cirebon, berhasil menyelesaikan program atau lulus S2 dan S3 bersamaan.
Asep yang menjabat Ps Kanit Provos Polsek Ciwaringin itupun dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Unisula Semarang, dan meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,92.
Selain itu, ia menyabet gelar Magister Kenotariatan (M.Kn) di almamaternya dan meraih IPK 3,73.
Asep mengaku mendapat motivasi untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S3 dari tugasnya sebagai aparat penegak hukum.
Tepatnya, saat masih bertugas sebagai penyidik Satreskrim Polresta Cirebon beberapa tahun lalu.
Baca juga: KISAH Bripka Asep Hermawan, Bintara Polresta Cirebon yang Lulus S2 dan S3 Bersamaan
Baca juga: KISAH Asmara Pasangan Muda dari Garut Terpisah Jeruji Bui, Saling Suka, Polisi Tetap Tangkap Si Pria
Baca juga: Sudah Lama Tak Dilakukan, Abah Sarji yang Punya Kisah Horor Foto Bareng Istri yang Mulai Sembuh
Ayah tiga anak itu pernah menangani kasus pidana dan harus memeriksa saksi yang notabene lulusan S2.
Kala itu, penyidik lainnya yang merupakan seniornya merasa minder untuk meminta keterangan saksi tersebut.
"Akhirnya pemeriksaannya diserahkan ke saya, karena enggak ada yang mau, saksinya bergelar magister," ujar Asep Hermawan saat ditemui di Hotel Patra, Jalan Tupatev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (27/3/2021).

Saat itu, Asep yang telah menyelesaikan S2 Ilmu Hukum di Universitas 17 Agustus (Untag) Jakarta masih berpangkat Briptu.
Padahal, setiap orang di mata hukum sama saja sekalipun latar belakang pendidikannya cukup tinggi.
Namun, penyidik seolah tidak percaya diri saat berhadapan dengan saksi yang pendidikannya lebih tinggi meski pengalamannya telah bertahun-tahun.
Momen tersebut menjadikan Asep tergerak untuk mendaftarkan diri di PDIH Unisula Semarang pada 2018.
Baca juga: Dua Kali Disuntik Vaksin, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Positif Covid-19, Kok Bisa? Ini Katanya
Baca juga: Malam Nisfu Sebentar Lagi, Inilah Amalan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan, Jangan Sampai Keliru
Baca juga: Persib Bakal Lawan Persita Senin 29 Maret 2021 di Piala Menpora 2021, Febri Hariyadi Komentar Begini
Bahkan, enam bulan setelahnya ia pun kembali mendaftar di S2 Kenotariatan Unisula Semarang.
Menurut dia, personel Polri tetap harus berpendidikan tinggi agar lebih maksimal melayani masyarakat.
"Saya melihat pentingnya meningkatkan kualitas SDM di tubuh Polri," kata Asep Hermawan.
Ia mengatakan, pendidikan adalah hobinya sehingga memutuskan untuk terus belajar hingga ke jenjang tertinggi yakni S3.

Asep meyakini, cara komunikasi seseorang dipastikan berbeda jika telah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Hal itu tentunya akan sangat bermanfaat bagi personel Polri yang kerap hadir di tengah masyarakat.
Bahkan, tak jarang anggota Polri harus menjadi problem solver berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
"Polisi seperti dituntut harus serba bisa, sehingga harus ditunjang pendidikan yang tinggi," ujar Asep Hermawan.