Breaking News:

Jokowi Disebut Sudah Setuju Soal Gaji PNS, Karyawan BUMN, dan Swasta Dipotong Zakat 2,5 Persen

Beberapa waktu belakangan, kembali mencuat wacana pemotongan zakat dari gaji aparatur sipil negara (ASN).

Istimewa
ilustrasi uang 

TRIBUNCIREBON.COM - Beberapa waktu belakangan, kembali mencuat wacana pemotongan zakat dari gaji aparatur sipil negara (ASN).

Dalam wacana tersebut, pemotongan zakat dilakukan sebesar 2,5 persen.

Dilansir dari Kompas.TV, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Noor Achmad.

Menurut Noor, dirinya sudah menemui Presiden Jokowi pada akhir Februari lalu.

Pemotongan zakat akan dilakukan kepada ASN, pegawai BUMN, dan pekerja swasta.

"Pemotongan zakat kepada ASN, pegawai BUMN, dan swasta dengan sistem payroll. Nantinya kalau untuk ASN wajib, konsepnya akan wajib. Pemotongannya setiap bulan pada saat gajian," kata Noor kepada awak media (24/03/2021) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Skema pemotongan zakat nantinya berdasarkan nisab dan haul. Nisab adalah batasan harta yang mewajibkan seseorang mengeluarkan zakat.

Baca juga: Dulu Viral Nikah dengan Mas Kawin Sandal Jepit, Youtuber Ini Kini Dituduh Lecehkan Perempuan

Adapun haul adalah batasan waktu, yaitu ketika harta tersebut telah beredar selama satu tahun.

Batasan nisab tersebut, menurut Baznas, setara dengan 85 gram emas. Berdasarkan harga emas saat ini, gaji yang akan dipotong zakat adalah sekitar Rp 85 juta per tahun atau Rp 7 juta per bulan.

"Kira-kira segitu, gajinya sebulan di situ. Kalau gajinya hanya Rp 5 juta sampai Rp 6 juta tidak (berlaku), belum sampai (untuk dipotong zakat final 2,5%)," ujar Noor.

Halaman
12
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved