Breaking News:

Ini 5 Daerah Risiko Rendah Covid-19 di Jabar, Pemprov Tetap Naikan Kapasitas Ruang Isolasi

daerah berisiko rendah penyebaran Covid-19 Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar.

Tribun Jabar - Tribunnews.com
Gedung Sate: Ini 5 Daerah Risiko Tendah Covid-19 di Jabar, Pemprov Tetap Naikan Kapasitas Ruang Isolasi 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemprov Jabar intens meningkatkan kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19, meski tingkat keterisian rumah sakit di Jabar terus menurun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, peningkatan kapasitas ruang isolasi dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

"Kami senantiasa menambah ketersediaan tempat tidur isolasi di rumah sakit dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus," kata Setiawan usai memimpin Rapat Komite Kebijakan dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (25/3).

Baca juga: Selalu Disiplin Protokol Kesehatan, Hari Ini Ada 29 Penambahan Kasus Covid-19 di Majalengka

Baca juga: DOB Kabupaten Indramayu Barat akan Ditandatangani Ridwan Kamil dan DPRD Jabar Besok

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jabar per 23 Maret 2021, tingkat keterisian rumah sakit di Jabar yakni 54,31 persen.

Setiawan pun melaporkan, kasus aktif Covid-19 di Jabar terus menurun. Selain itu, tingkat kematian kasus Covid-19 di Jabar sekitar 1,24 persen.

"Minggu ini Alhamdulillah ada beberapa berita baik untuk perkembangan Covid-19 dan juga ekonomi. Pertama bahwa kasus aktif di Jabar saat ini cenderung sampai dengan diangka 11,38 persen," ucapnya.

Tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker dan menjaga jarak masyarakat Jabar masih tinggi.

Kepatuhan memakai masker mencapai 85,35 persen, sedangkan kepatuhan menjaga jarak 84,34 persen.

Angka tersebut berdasarkan data Bersatu Lawan Covid-19 pada 23 Maret 2021.

"Jika dibandingkan pada akhir pekan PPKM Mikro-2 dengan PPKM Mikro-1, di Jawa Barat terjadi peningkatan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan," tutur Setiawan.

Setiawan menuturkan, pada periode 15 Maret-21 Maret 2021, tidak ada daerah di Jabar yang berstatus Zona Merah atau Risiko Tinggi, 22 daerah masuk Zona Oranye atau Risiko Sedang, dan lima daerah berstatus Zona Kuning atau Risiko Rendah.

"Terkait zona risiko, 27 kabupaten/kota tidak ada yang masuk Zona Merah atau risiko tinggi," katanya.

Lima daerah berisiko rendah penyebaran Covid-19 tersebut adalah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar.

Baca juga: Jasad Bayi yang Disembunyikan Mahasiswi Cantik di Lemari Diautopsi, Begini Hasilnya

Baca juga: Mahasiswi Cantik yang Sembunyikan Bayi Hasil Hubungan Gelap di Lemari Dilarikan ke Rumah Sakit

Update ini adalah yang terbaru setelah selama sekitar sebulan, sejak akhir Februari, tidak ada update zonasi risiko penyebaran.

Terkait progres vaksinasi Covid-19 per 24 Maret 2021, SDM Kesehatan yang sudah disuntik dosis 1 mencapai 181.848 atau 100,08 persen dari target sasaran 181.701 orang.

Sedangkan cakupan dosis II sudah 156.390, atau diangka 86,07 persen.

Sementara, lansia yang sudah disuntik vaksin dosis I yakni 136.031 atau sebanyak 3,09 persen dari target sasaran 4.403.983 orang.

Sementara petugas publik yang sudah disuntik vaksin dosis I yakni 628.035 atau 28,61 persen dari target sasaran 2.195.338 orang.

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved