Breaking News:

Hati-hati, Kualitas Air Kota Bandung Semakin Memburuk, PDAM Tirtawening Mau Ambil dari Saguling

kualitas air di kota Bandung buruk. Namun dengan teknologi air bisa diolah menjadi lebih baik dan layak minum.

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
PDAM Tirtawening Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM

TRIBUNCIREBON.COM,  BANDUNG - Direktur Utama Perusahan Daerah (Perumda) Air Minum Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimo, mengatakan, kualitas air di kota Bandung buruk. Namun dengan teknologi air bisa diolah menjadi lebih baik dan layak minum.

"Seburuk apapun kualitas air, secara teknologi dipastikan masih bisa dilakukan upaya untuk menjadi lebih baik lebih bersih. Tetapi semakin buruk berbanding lurus dengan semakin banyak sumber daya yang dibutuhkan, listriknya lebih banyak dan hal hal yang lain tentunya," ujar Sonny saat Bandung Menjawab di auditorium Balaikota, Selasa (23/3/2021).

Menurut Sonny, sekarang tinggal hitung-hitungan secara ekonomi apakah mau mencemari lingkungan lalu membayar air PDAM satu juta per kubik atau tidak mencemari lingkungan sehingga tarif membayar air menjadi ribuan saja per kubiknya.

"Itu pilihan dan sekali lagi ketika kualitas air itu menjadi buruk bukan hanya kita yang terdampak. Kita hidup di dunia ini tidak sendirian, ada biota air, ada mahluk yang lain, sebuah ekosistem ya ketika kita masih hidup dan yang lain mati masih kah kita bertahan kan tidak!," ujarnya.

Baca juga: Penyebaran Covid-19 Terkendali, Sekda Kota Cirebon Berharap Anggaran Sewa Hotel Tak Digunakan Semua

Baca juga: Rasminah Berurai Air Mata di Depan DPR Demi Revisi UU Perkawinan Dini, Ceritakan Nikah Usia 13 Tahun

Baca juga: LIVE STREAMING Persebaya vs Persik Kediri Pukul 18.15 WIB, Duel Bergengsi Dua Tim Asal Jawa Timur

Sonny mengatakan , PDAM tidak memproduksi air, namun hanya mengolahnya. Pengolahan air kata Sonny tergantung bahan baku. Jika kemarau panjang, PDAM pasti bisa mengolah air karena sungai dan situ sebagai sumber air pada kering.

Menurut Sonny,  kapasitas air PDAM saat ini masih 2.500 liter/detik. Idealnya untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Bandung sebanyak 2,5 juta jiwa adalah 6.000 liter per detik.

Sonny mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sedang berupaya koordonasi dengan KBB untuk mengambil air dari Saguling namun biayanya cukup besar.

Sementa ra itu,Kepala Seksi Pencegahan, Pencemaran Lingkungan dan Dampak Perubahan Iklim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Detti Damayanti mengaku optimistis warga kota Bandung bisa mencegah memburuknya kualitas air.

Menurut Detti, di Kota Bandung sudah banyak kampung iklim yang didaftarkan di kementrrian. Program kampung iklim utama ada 4 daerah, yakni di kawasan Cibunut, Mandalajati, Arcamanik, dan Sukaluyu. 

Sisanya beberapa kawasan masuk program kampung iklim madya.

"Saya optimistis bahwa masyarakat juga ada andil mencegah pencemaran air," ujarnya.

Indeks pencemaran mulai dari ringan, sedang, dan berat. Namun ukuran itu tak bisa diketahui karena air ke kota Bandung merupakan kiriman dari hilir atau wilayah Kabupaten.

"Kalau dari hilir jelek ke hulu juga jelek, makanya berdasarkan daerah aliran sungai (DAS) dan cekungan air tanah  (CAT) itu di bawah koordinasi provinsi ya," ujar Detti.

Menurut Detti, lebih dari 10 perusahan melakukan pencemaran limbah domestik baik itu industri, hotel, restoran, rumah sakit apartemen dan perkantoran. (tiah sm)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved