Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Perajin Kain Tenun Gedogan Khas Indramayu Tersisa Dua Orang, Itupun Sudah Sepuh, Terancam Punah

Hingga sekarang, terhitung hanya tinggal dua perajin saja yang tersisa, usia mereka pun diketahui sudah sepuh.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Sunarih (62) saat menenun kain gedogan di kediamannya di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (21/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kerajinan kain tenun gedogan khas Kabupaten Indramayu kini terancam punah ditelan zaman.

Hal tersebut dikarenakan perajin yang menggeluti kerajinan yang satu ini semakin sedikitnya jumlahnya.

Hingga sekarang, terhitung hanya tinggal dua perajin saja yang tersisa, usia mereka pun diketahui sudah sepuh.

"Sekarang tinggal dua, saya dengan ibu Sartiwen, dia juga sudah sepuh," ujar salah seorang perajin, Sunarih (62) saat ditemui Tribuncirebon.com di kediamannya di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (21/3/2021).

Baca juga: Kain Tenun Gedogan Khas Indramayu Hampir Punah, Pengrajin Berharap Pada Generasi Muda

Baca juga: Pilkades Indramayu Masih Diwarnai Hal Mistis, Adu Jampi-jampi Dukun Para Calon Kades Jadi Hal Biasa

Sunarih mengatakan, satu per satu penenun kain tenun gedogan meninggal dunia.

Penenun terakhir yang meninggal dunia adalah Salimah (80). Ia meninggal sekitar satu tahun lalu.

Tidak adanya generasi penerus yang menggeluti kerajinan ini turut membuat Sunarih bersedih.

Ia ingin kerajinan yang menjadi khas dari daerah kelahirannya itu tidak sampai punah.

Hal tersebutlah yang membuatnya sampai saat ini terus menenun walau dengan kondisi tubuh sudah tidak sekuat dahulu.

"Saya anak punya dua, tapi sudah bekerja semua tidak ada yang nerusin nenun," ujar dia.

Sunarih menceritakan, padahal dahulu di kampungnya setiap rumah pasti memiliki peralatan menenun.

Sewaktu kecil, Sunarih mengaku sering menenun kain gedogan bersama para tetangganya.

"Saya nenun dari kecil, usia 10 tahunan, dulu mah banyak, setiap rumah nenun semua, sekarang tinggal dua orang lagi," ujar dia.

Berharap Pada Generasi Muda

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved