Kain Tenun Gedogan Khas Indramayu Hampir Punah, Pengrajin Berharap Pada Generasi Muda
Namun, kain yang satu ini sekarang nyaris punah karena tidak ada generasi penerus yang menggeluti kerajinan tersebut.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kain tenun gedogan merupakan kain tenun khas Kabupaten Indramayu.
Nama gedogan diambil dari cara pembuatan digedog dengan alat yang terbuat dari kayu.
Namun, kain yang satu ini sekarang nyaris punah karena tidak ada generasi penerus yang menggeluti kerajinan tersebut.
Sunarih (62), merupakan satu di antara dua perajin kain tenun gedogan yang hingga saat ini masih tersisa.
Baca juga: Kisah Horor Abah Sarji Usia 102 Tahun, Selalu Lihat Arwah Berupa Asap dari Kuburan yang Belum 7 Hari
Baca juga: Sudah Menumpang Selama 2 Bulan, Seorang Pria Malah Tiduri Istri Pemilik Rumah, Nyawanya Melayang
Ia ingin, suatu saat nanti ada generasi muda yang menjadi penerusnya melestarikan kain tenun gedogan agar tidak punah.
"Barangkali nanti ada yang minat, inginnya sih anak muda juga ikut belajar, minimalnya berkunjung ke sini, kalau banyak yang kunjungan siapa tahu kepikiran mau belajar," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di kediamannya di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (21/3/2021).
Suranih mengaku akan dengan senang hati mengajari siapapun yang ingin mencoba menenun kain tenun gedogan.
Ada kepuasan tersendiri saat mengajari generasi muda bagaimana caranya menenun.
"Kalau bisa bagaimana pun kain gedogan ini jangan sampai punah," ujar dia.
Baca juga: Sempat Berseteru Diam-diam Raul Lemos Doakan Aurel dan Atta Jelang Pernikahan, Krisdayanti Terharu
Baca juga: Pilkades Indramayu Masih Diwarnai Hal Mistis, Adu Jampi-jampi Dukun Para Calon Kades Jadi Hal Biasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/tenun-asli-indramayu-nyaris-punah-sunarih-berharap-ada-gnerasi-muda-yang-mau-menenun.jpg)