Human Interest Story
Sisa-sisa Kejayaan Rumah Makan di Jalur Pantura Indramayu, Dijual Tak Laku Bangunan Pun Terbengkalai
Tidak sedikit rumah makan di Jalur Pantura Indramayu berubah wujud menjadi bangunan yang memprihatinkan
Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Tidak sedikit rumah makan di Jalur Pantura Indramayu berubah wujud menjadi bangunan yang memprihatinkan
Kondisinya banyak yang tidak terurus, banyak bangunan yang kosong terbengkalai setelah ditinggal pemiliknya.
Hampir semua rumah makandi kawasan itu hancur, bersamaan dengan bisnis kuliner yang tak lagi memiliki pelanggan.
Baca juga: Ini Sosok Dua Pemeran Video Syur di Bogor, Sudah Bikin Puluhan Konten, Diciduk di Cibinong
Baca juga: Ridwan Kamil Kecewa dan Layangkan Protes Soal Tim Indonesia di All England Dipaksa Mundur
Salah satunya yang dialami Jasman (63), ia hanya sibuk menyapu halaman samping RM Sinar Minang milik adiknya yang terletak di Jalur Pantura Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
Jasman tak ingin rumah makan itu terlihat terbengkalai walau sudah tutup permanen sejak 1 tahun lalu.

Tujuannya, agar rumah makan itu secepatnya laku terjual.
Jasman mengatakan, runtuhnya bisnis kuliner di Jalur Pantura ini dimulai sejak keberadaan Tol Cikopo-Palimanan ( Tol Cipali) sepanjang 116 kilometer diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu.
"Iya dampak Tol Cipali, belum lagi corona," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (19/3/2021).
Jasman masih mengingat bagaimana rumah makan besar tersebut masih berjaya dahulu.
Baca juga: Kisah Horor Abah Sarji Usia 102 Tahun, Selalu Lihat Arwah Berupa Asap dari Kuburan yang Belum 7 Hari
Baca juga: Mayat Satu Keluarga Digali Setelah 3 Hari Dikubur, Sang Dokter Merinding, Mata Mayat Melotot
Dibangun pada tahun 2000, omzet perusahaan kuliner itu melejit, banyak armada bus yang menjadi langganan tetap di sana.
Seperti PO Bus Sinar Jaya, Bus Sinar Bakti, Bus Sandoro, Bus Kriyasari, Bus Royal Safari, dan lain sebagainya.
Namun, sekarang sudah tidak ada lagi satu pun PO Bus yang datang mampir.
Jasman mengatakan, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengembalikan suasana ramai rumah makan seperti dahulu.

Mengingat rumah makan seperti milik adiknya itu sangat bergantung pada armada bus yang berhenti untuk beristirahat.