Breaking News:

Human Interest Story

Sisa-sisa Kejayaan Rumah Makan di Jalur Pantura Indramayu, Dijual Tak Laku Bangunan Pun Terbengkalai

Tidak sedikit rumah makan di Jalur Pantura Indramayu berubah wujud menjadi bangunan yang memprihatinkan

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kondis rumah makan di Jalur Pantura Indramayu yang semakin terbengkalai dan memprihatinkan, Jumat (19/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Tidak sedikit rumah makan di Jalur Pantura Indramayu berubah wujud menjadi bangunan yang memprihatinkan

Kondisinya banyak yang tidak terurus, banyak bangunan yang kosong terbengkalai setelah ditinggal pemiliknya.

Hampir semua rumah makandi kawasan  itu hancur, bersamaan dengan bisnis kuliner yang tak lagi memiliki pelanggan.

Baca juga: Ini Sosok Dua Pemeran Video Syur di Bogor, Sudah Bikin Puluhan Konten, Diciduk di Cibinong

Baca juga: Ridwan Kamil Kecewa dan Layangkan Protes Soal Tim Indonesia di All England Dipaksa Mundur

Salah satunya yang dialami Jasman (63), ia hanya sibuk menyapu halaman samping RM Sinar Minang milik adiknya yang terletak di Jalur Pantura Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Jasman tak ingin rumah makan itu terlihat terbengkalai walau sudah tutup permanen sejak 1 tahun lalu. 

Kondisi rumah makan di Jalur Pantura Indramayu yang tak lagi beroperasi, Jumat (19/3/2021).
Kondisi rumah makan di Jalur Pantura Indramayu yang tak lagi beroperasi, Jumat (19/3/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Tujuannya, agar rumah makan itu secepatnya laku terjual.

Jasman mengatakan, runtuhnya bisnis kuliner di Jalur Pantura ini dimulai sejak keberadaan Tol Cikopo-Palimanan ( Tol Cipali) sepanjang 116 kilometer diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu.

"Iya dampak Tol Cipali, belum lagi corona," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (19/3/2021).

Jasman masih mengingat bagaimana rumah makan besar tersebut masih berjaya dahulu.

Baca juga: Kisah Horor Abah Sarji Usia 102 Tahun, Selalu Lihat Arwah Berupa Asap dari Kuburan yang Belum 7 Hari

Baca juga: Mayat Satu Keluarga Digali Setelah 3 Hari Dikubur, Sang Dokter Merinding, Mata Mayat Melotot

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved