Breaking News:

Eko Guru yang Diintimadasi Gegara Posting Jalan Rusak di Kabupaten Sukabumi, Ngaku Akan Tetap Kritis

Eko Purtjahnto guru SMPN 1 Cicantayan yang mengkritisi jalan rusak, Kabupaten Sukabumi mengaku akan tetap kritis dengan guyonan.

Istimewa/Tangkapan layar
Seorang guru dimarahi aparat desa karena posting jalan rusak di Desa Cijalingan, Cicantayan, Sukabumi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Fauzi Noviandi

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Eko Purtjahnto guru SMPN 1 Cicantayan yang mengkritisi jalan rusak di Kampung Cijalingan, Desa Cijalingan Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi mengaku akan tetap kritis dengan guyonan.

"Terkait agenda rapat yang digelar DPRD, bagi saya pribadi sudah merasa lega, dan sudah tidak ingin ikut rapat apa pun, karena permasalahannya sudah beres atau sudah islah sebelumnya," kata Eko pada wartawan di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Guru Ditunjuk-tunjuk Aparat Desa Gegara Posting Jalan Rusak, Membuat Bupati Sukabumi Angkat Bicara

Baca juga: Monyet Gigit Istri Pemilik, Damkar Langsung Turun Tangan, dan si Istri pun Dilarikan ke Rumah Sakit

Karena sudah islah lanjut dia, permasalahan dengan aparatur desa sudah tidak permasalahan lagi, dan saat ini sudah merasa nyaman, serta telah saling memfaatkan.

"Saat ini pun saya masih tetap ke sekolah, namun karena masih pandemi Covid-19, paling kegiatan di sekolah hanya piket saja. Dan alhamdulliah tidak merasa nyaman seperti waktu pertama ada permasalah kemarin," katanya.

Dirinya mengaku, akan tetap sebagai warga yang kritis namun tergantung dengan situasinya. Ia menyebutkan dalam mengkritisi sesuatu sejumlah pihak dapat menerimanya dan ada pula yang tidak.

"Ya insa Allah tergantung dengan situasinya juga, kalau saya kan mengkritisi dengan cara guyonan, soal konsekuensinya kan itu memang ada yang menerima dengan baik dan tidak," ucap Eko.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara mengatakan, terkait intimidasi terhadap seorang guru yang mengkritisi jalan rusak, karena yang berangkutan marasa permasalahan tersebut telah selasai.

"Tetapi Kami disini ingin menggaris bahwi, bahwa tidak selayaknya apratur desa melakukan hal yang tidak terpuji, disini harus ada funishment, karena apabila baik maka akan ada reward, dan sebaliknya," ucapnya.

Baca juga: Persib Punya 4 Striker Top, Kekompakannya Sempat Dipertanyakan, Robert Alberts Ungkap Rencananya

Baca juga: Ayo Dukung, TOP 70 LIDA 2021 Dimulai, Duta dari Yogya Sumut Kalteng NTB dan Sulsel Tampil Malam Ini

Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved