Prajurit Siliwangi Bangun Jembatan Penghubung Majalengka-Sumedang, Pangdam III/Slw: Semoga Manfaat

Prajurit Siliwangi khususnya Kodim 0617 Majalengka dan Kodim 0610 Sumedang berhasil membangun jembatan gantung penghubung antar desa.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Jembatan Gantung menghubungkan Desa Babakan Anyar, Kabupaten Majalengka dan Desa Palabuan, Kabupaten Sumedang berhasil dibuat oleh Prajurit Siliwangi dan diresmikan oleh Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kamis (11/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Prajurit Siliwangi khususnya dari jajaran Kodim 0617 Majalengka dan Kodim 0610 Sumedang berhasil membangun jembatan gantung penghubung antar desa.

Dua desa tersebut, di antaranya menghubungkan Desa Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka dengan Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang.

'Jembatan Gantung Hum 54' demikian nama jembatan tersebut, diresmikan penggunannya oleh Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kamis (11/3/2021).

Baca juga: Libur Isra Miraj, Jalur Arteri Bandung-Cirebon di Majalengka Padat, Laju Truk Pelan Tambah Kemacetan

Dalam peresmian jembatan itu Budi hadir didampingi dengan sejumlah pejabat Kodam III Siliwangi, Danrem, Dandim serta Bupati Majalengka dan Sumedang.

Mayjen TNI Nugroho mengatakan, dengan dibangunnya jembatan gantung yang menghubungkan warga di dua kabupaten itu dapat mempermudah akses jalan.

Yang mana, selama ini sulit dilalui lantaran belum adanya jembatan.

"Pertimbangan membagun jembatan ini untuk membantu masyarakat yang kesulitan aksesnya jauh sehingga mereka bisa berkomunikasi bersilaturahmi dan benar-benar menyatu. Sebelum ada jembatan mereka seperti terpisahkan," ujar Budi kepada awak media, Kamis (11/3/2021).

Dengan dibangunnya jembatan gantung 'Siliwangi Hum 54' itu, tentunya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.

Hal itu diakui Kepala Desa Babakan Anyar, Budi Wahyu Darmadi.

"Warga di sini kebanyakan pedagang buah begitu juga di Desa Palabuhan, mereka berjualan di Pasar Kadipaten. Dengan adanya jembatan ini otomatis mempermudah akses mereka untuk menjual dagangannya," ucapnya.

Menurut Budi, sebelum dibangunnya jembatan gantung banyak warga yang harus menyebrang sungai dengan menyewa perahu.

Namun hal itu tidak bisa dilakukan pada saat musim hujan.

"Biasanya sewa perahu, tapi itu berbahaya apalagi musim hujan sekarang sangat beresiko. Makanya jembatan gantung ini semoga bermanfaat dan saya yakin sangat bermanfaat bagi warga," pungkasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, jembatan gantung tersebut memiliki panjang 140 meter dengan lebar kurang lebih 1,5 meter.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved