Breaking News:

Kabar Gembira untuk Kakak Beradik Yatim di Indramayu, Rumah Mereka Akan Diperbaiki Donatur

rumah yang keduanya huni dan kini ambruk akan segera diperbaiki, keduanya pun rencananya akan mendapat santunan rutin setiap bulan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Kondisi rumah ambruk yang ditinggali kakak beradik yang sekaligus anak yatim di Desa Ujungaris, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Kamis (25/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kabar gembira untuk kakak beradik yatim di Kabupaten Indramayu yang kisahnya sempat viral beberapa hari terakhir.

Pasalnya, rumah yang keduanya huni dan kini ambruk akan segera diperbaiki, keduanya pun rencananya akan mendapat santunan rutin setiap bulan.

Kabar gembira itu salah satunya datang dari Yayasan Sahabat Yamima yang berdomisili di Rawalumbu, Bekasi.

Kedua anak yatim itu diketahui bernama Priya Sulistiani (17) dan Naufal Naafy Ayyaasy (8), warga Desa Ujungaris, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.

Pendiri Yayasan Sahabat Yamima, Rizal Abu Fathi (42) mengatakan, setelah mendengar kabar kisah kedua anak itu di pemberitaan, pihaknya pun tergugah dan ingin meringankan beban anak yatim tersebut.

"Ada tim kita di sana sedang ngecek rumahnya, takut-takut ada yang sudah bangun, tapi kalau belum besok kita meluncur ke sana," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Karyawati Bank Lapor ke Polisi, Ngaku Dihamili Pengusaha Sukses: Baru Tahu Dia Punya Istri dan Anak

Baca juga: SKANDAL Ayus dan Nissa Sabyan, Kasus Perselingkuhan Makin Hot, Benar Pesan Kamar Hotel Tersambung?

Baca juga: Fakta-fakta Gempa Bumi di Pandeglang dan Halmahera Selatan, Begini Penjelasan BMKG

Priya Sulistiani (17) saat memangku adiknya Naufal Naafy Ayyaasy (8) warga Desa Ujungaris, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Kamis (25/2/2021).
Priya Sulistiani (17) saat memangku adiknya Naufal Naafy Ayyaasy (8) warga Desa Ujungaris, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Kamis (25/2/2021). (handhika Rahman/Tribuncirebon.com)

Rizal Abu Fathi menyampaikan, yayasan yang dipimpinnya itu memang bergerak di bidang sosial. Setiap ada kabar orang yang mengalami kesusahan sudah menjadi komitmen dari yayasan tersebut untuk segera bergerak.

Ia mengatakan, komitmen itu berawal saat dirinya selaku pendiri yayasan pernah mengalami hal serupa dengan anak-anak yang kurang beruntung tersebut sewaktu kecil dahulu.

Ketika itu, ia merasakan betul bagaimana tidak memiliki apa-apa, untuk pergi ke sekolah ia harus berjalan kaki sejauh 6 kilometer pulang pergi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved