Kabar Gembira untuk Kakak Beradik Yatim di Indramayu, Rumah Mereka Akan Diperbaiki Donatur
rumah yang keduanya huni dan kini ambruk akan segera diperbaiki, keduanya pun rencananya akan mendapat santunan rutin setiap bulan.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kabar gembira untuk kakak beradik yatim di Kabupaten Indramayu yang kisahnya sempat viral beberapa hari terakhir.
Pasalnya, rumah yang keduanya huni dan kini ambruk akan segera diperbaiki, keduanya pun rencananya akan mendapat santunan rutin setiap bulan.
Kabar gembira itu salah satunya datang dari Yayasan Sahabat Yamima yang berdomisili di Rawalumbu, Bekasi.
Kedua anak yatim itu diketahui bernama Priya Sulistiani (17) dan Naufal Naafy Ayyaasy (8), warga Desa Ujungaris, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.
Pendiri Yayasan Sahabat Yamima, Rizal Abu Fathi (42) mengatakan, setelah mendengar kabar kisah kedua anak itu di pemberitaan, pihaknya pun tergugah dan ingin meringankan beban anak yatim tersebut.
"Ada tim kita di sana sedang ngecek rumahnya, takut-takut ada yang sudah bangun, tapi kalau belum besok kita meluncur ke sana," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Sabtu (27/2/2021).
Baca juga: Karyawati Bank Lapor ke Polisi, Ngaku Dihamili Pengusaha Sukses: Baru Tahu Dia Punya Istri dan Anak
Baca juga: SKANDAL Ayus dan Nissa Sabyan, Kasus Perselingkuhan Makin Hot, Benar Pesan Kamar Hotel Tersambung?
Baca juga: Fakta-fakta Gempa Bumi di Pandeglang dan Halmahera Selatan, Begini Penjelasan BMKG

Rizal Abu Fathi menyampaikan, yayasan yang dipimpinnya itu memang bergerak di bidang sosial. Setiap ada kabar orang yang mengalami kesusahan sudah menjadi komitmen dari yayasan tersebut untuk segera bergerak.
Ia mengatakan, komitmen itu berawal saat dirinya selaku pendiri yayasan pernah mengalami hal serupa dengan anak-anak yang kurang beruntung tersebut sewaktu kecil dahulu.
Ketika itu, ia merasakan betul bagaimana tidak memiliki apa-apa, untuk pergi ke sekolah ia harus berjalan kaki sejauh 6 kilometer pulang pergi.
Karena tak memiliki uang, celana yang sudah berlubang pun terpaksa menjadi seragam yang ia kenakan sehari-hari.
Termasuk saat zaman kuliah dulu ketika merantau ke Jakarta, ia harus rela menumpang tidur di musala.
Dalam hal ini, Rizal Abu Fathi ingin, kejadian tersebut tidak terulang dan menimpa Priya Sulistiani dan Naufal Naafy Ayyaasy khususnya.
Sesuai rencana, besok bilamana belum ada yang membangun rumah mereka yang roboh, Yayasan Sahabat Yamima akan langsung memanggil pekerja dan segera melakukan perbaikan.
"Kita akan bereskan rumahnya walaupun gak mewah yang penting di sana itu layak untuk dihuni, yang penting mereka ada kamar ada kasur untuk tidur. Lalu biasanya kami juga memberikan santunan bulanan," ujar dia.