Breaking News:

Info Kesehatan

Hati-hati Kaum Wanita! Kanker Payudara dan Serviks Paling Mengancam, Ini Cara Mencegahnya

54 persen kasus terjadi pada perempuan seperti kanker payudara, mulut rahim (serviks), dan rahim (ovarium) adalah jenis kanker tertinggi

alodokter.com
54 persen kasus terjadi pada perempuan seperti kanker payudara, mulut rahim (serviks), dan rahim (ovarium) adalah jenis kanker tertinggi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Penyakit kanker tidak selalu berakhir pada kematian. Jika dilakukan deteksi dini dan penanganan yang baik, kanker dapat dijinakkan bahkan disembukan.

Demikian dikatakan Konsultan Senior bidang Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre (PCC) Singapura, dr Wong Chiung Ing, dalam webinar dengan Memahami Kanker Pada Perempuan, Kamis (18/2/2021). 

Berdasarkan laporan WHO melalui Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (The International Agency for Research on Cancer/IARC) yang terbit Desember 2020, jumlah penderita baru di Indonesia mencapai hampir 400.000 kasus selama 2020.

Baca juga: Sudah Tampil Jelek di Laga Porto Vs Juventus, Eh Cristiano Ronaldo Ngambek, Juve pun Keok 2-1

Baca juga: Kota Cirebon Satu-satunya Zona Merah Covid-19 di Jabar Pekan Ini, 21 Daerah Lain Masuk Zona Oranye

Baca juga: Kapolda Beberkan Kronologi Pengungkapan Kasus Narkoba yang Libatkan Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni

 Dari jumlah tersebut, 54 persen kasus terjadi pada perempuan seperti kanker payudara, mulut rahim (serviks), dan rahim (ovarium) adalah jenis kanker tertinggi yang banyak menimpa perempuan.

"Kita selalu berpikir bahwa ketika terkena kanker, maka kita akan menilai bahwa itu akhir dari segalanya, kanker bukan hukuman mati, itu tidak benar," ujar dr. Wong saat menjelaskan terkait kanker, dalam webinar, Kamis (18/2/2021). 

dr Wong mengatakan, deteksi dini terhadap potensi kanker merupakan langkah yang sangat penting dilakukan  setiap orang. Menurutnya, langkah deteksi bisa dilakukan secara manual maupun berkonsultasi langsung dengan dokter.

"Jadi kalau terdeteksi sejak dini, maka semakin tinggi kemungkinan untuk sembuh," katanya.

Terkait kanker Payudara dan Serviks, dr. Wong mengatakan bahwa, kerap terjadi kekeliruan dari masyarakat yang menganggap bahwa setiap kanker harus ditangani dengan kemoterapi. 

Padahal, kata dia, telah banyak teknologi yang dapat digunakan masyarakat untuk mendeteksi lebih awal dan bahkan dapat menyembuhkan kanker tersebut.

"Banyak teknologi kekinian yang telah diperbaharui yang dapat memperkecil tumor di Payudara, lalu terkait kimoterapi, padahal tidak selalu harus itu, treatmennya banyak sekali tergantung sampai di tahap mana kanker itu," katanya.

Penyembuhan kanker payundara sendiri dapat dilakukan dengan berbagai opsi, salah satunya terapi hormon. Menurutnya, opsi tersebut lebih memiliki sedikit efek samping jika dibandingkan dengan kemoterapi.

"Ada perawatan dengan terapi hormon, jadi hanya makan obat yang obat tersebut hanya menyerang sel kanker, itu efeknya lebih sedikit karena hanya mematikan sel kanker, perawatan itu ada di kita sekarang," ucapnya.

Deteksi secara berkala menjadi hal yang terpenting untuk dilakukan dalam mencegah kanker. Masyarakat, kata dia, tidak perlu terlalu panik jika sudah terlanjur terkena kanker, karena banyak teknologi dan opsi terapi yang dapat menyembuhkan kanker.

"Secara umum, kita harus jaga kesehatan, pola hidup sehat, lakukan deteksi dini dengan pengecekan secara manual atau ke dokter secara berkala, yang terpenting kanker itu bisa diobati dengan teknologi yang semakin canggih," katanya

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved