Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Rajab 1442 H

Bagaimana Hukum Puasa Rajab? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad

Berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad alias UAS dan Ustadz Adi Hidayat terkait hukum puasa Rajab. 

Editor: Mumu Mujahidin
media.irham.asia via tribuntimur.com
Bagaimana Hukum Puasa Rajab? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad 

TRIBUNCIREBON.COM - Memasuki 1 Rajab 1442 Hijiriah sebagian umat muslim mulai melaksanakan amalan-amalan sunah yang dianjurkan, salah satuanya puasa Rajab.

Namun puasa di bulan Rajab juga masih menjadi banyak pertanyaan, boleh atau tidak?

Berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad alias UAS dan Ustaz Adi Hidayat terkait hukum puasa Rajab

Selain hukum puasa Rajab, simak juga penjelasan soal hadist palsu puasa Rajab yang sering terjadi di masyarakat. 

Seperti yang diketahui, tanggal 1 Rajab 1442 H jatuh pada hari ini, Sabtu 13 Februari 2021.

Baca juga: Bolehkah Puasa Qadha Ramadan Digabung dengan Puasa Puasa Rajab? Ini Bacaan Niat Kedua Puasa Itu

Baca juga: INI Doa Rasulullah SAW Memasuki Bulan Rajab, Dilengkapi Bacaan-bacaan Ini Pada Waktu-waktu Tertentu

Bulan Rajab adalah bula penting dan istimewa bagi umat Islam. 

Hal ini karena di bulan Rajab terjadi peristiwa penting yaitu peristiwa Isra' Miraj Nabi Muhammad SAW

Yakni peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid al Haram ke Masjid al Aqsa, kemudian langsung ke Sidratulmuntaha yang terjadi pada malam 27 Rajab.

Dalam momen tersebut, Nabi Muhammad SAW mendapat mukjizat yang diberikan bagi umat muslim, yakni melakukan sholat lima waktu.

Penjelasan UAS dan Ustadz Adi Hidayat Soal Hukum Puasa Rajab dan Hadist Palsu Puasa di Bulan Rajab
Penjelasan UAS dan Ustadz Adi Hidayat Soal Hukum Puasa Rajab dan Hadist Palsu Puasa di Bulan Rajab (Tribunnews.com)

Selain itu, bulan Rajab menjadi salah satu bulan hurum, selain bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Dimuliakannya bulan Rajab ini sebagaimana dikatakan Allah dalam Surah At-Taubah ayat 36

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya, sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 36)

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati, tiga bulan berturut-turut; Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Akhirah dan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved