Breaking News:

Wali Kota Tasik Non Aktif Budi Budiman Beri Suap pada 2 Petugas Kemenkeu, KPK Tuntut 2 Tahun Penjara

Wali Kota Tasikmalaya non aktif, Budi Budiman menjalani sidang tuntutan oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Bandung

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Wali Kota Tasikmalaya non aktif, Budi Budiman menjalani sidang tuntutan oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Wali Kota Tasikmalaya non aktif, Budi Budiman menjalani sidang tuntutan oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (10/2/2021).

Menurut jaksa KPK, Budi Budiman bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur di Pasal 5 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun, denda Rp 250 juta subsidair kurungan empat bulan," ujar jaksa KPK, Yoga Pratomo.

Ini Pesan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman untuk Warga Kota Tasik Sebelum Dicokok KPK

Dalam pertimbangannya, jaksa menyebut Budi dianggap terbukti memberikan suap ke dua petugas Kemenkeu, Yaya Purnomo dan Rifa Surya untuk mengurus anggaran dari APBN untuk APBD Kota Tasikmalaya.

Pemberian uang ini dilakukan karena keduanya mengurus dana insentif daerah (DID) pada APBN 2017 dan DAK pada APBN 2018 yang diajukan Pemkot Tasikmalaya.
Untuk mendapat DID dan DAK, pada September 2016, Budi sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bertemu dengan M Romahurmuziy selaku Ketua Umum PPP di kediamannya. 

"Bahwa untuk pengurusan anggaran ini, Yaya Purnomo dan Rifa Surya terbukti menerima Rp 3 miliar," ujar Yoga. 

Budi Budiman mengajukan jadi justice Collaborator dalam kasus ini. Hanya saja, menurut KPK, pengajuannya belum bisa dikabulkan. Alasannya karena Budi tidak mengungkap pelaku dan tindak pidana lainnya. Meski begitu, jaksa memiliki catatan tersendiri soal Budi Budiman selama menjalani persidangan.

"Terdakwa mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya," ucap jaksa. Budi akan mengajukan pembelaan atas tuntutan jaksa dua pekan ke depan.

Yaya  merupakan PNS di lingkungan Sub Direktorat Pengembangan Perkotaan Kementerian Keuangan. Sedangkan Rifa merupakan PNS di Sub Direktorat Dana Alokasi Khusus pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved