Breaking News:

Kisah Anak 12 Tahun yang Raih Keuntungan Besar di Saham, Ingin Seperti Orang Jajaran Terkaya Dunia

Seorang anak berusia 12 tahun bernama Kwon Joon, berhasil mencetak keuntungan sebesar 43% di pasar saham pada 2020 lalu.

Editor: dedy herdiana
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ILUSTRASI: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. 

"Semoga dapat memaksimalkan keuntungan saya,” tuturnya.

Sekarang ini investor pemula Korea Selatan seperti Kwon mulai bermunculan di Korsel.

Mereka ini suka pada metode investasi nilai (value investing) pada saham blue chip dengan dana yang dikumpulkan dari hadiah, memperdagangkan mainan mobil mini, dan menjalankan mesin penjual otomatis, telah memimpin kebangkitan perdagangan ritel di tengah pandemi virus corona.

Menteri PUPR & Kapolda Jabar Tinjau Langsung Waduk Cipancuh, Kondisinya Mengkhawatirkan, Akan Jebol?

Wali Kota Tasik Non Aktif Budi Budiman Beri Suap pada 2 Petugas Kemenkeu, KPK Tuntut 2 Tahun Penjara

Saat ini, di Korsel, banyak investor ritel berasal dari kalangan anak muda.

Mereka menghasilkan lebih dari dua pertiga dari total nilai yang diperdagangkan di bursa saham tahun lalu.

Data menunjukkan, sekitar 70% dari 214.800 akun pialang saham di Kiwoom Securities diisi anak di bawah umur.

Kiwoom Securities merupakan pialang paling ramah ritel di Korea Selatan, dengan pangsa pasar lebih dari seperlima, didirikan pada Januari 2020.

Investor ritel seperti Kwon, memiliki waktu luangnya selama penutupan sekolah tahun lalu karena pandemi, membuatnya sibuk membeli saham selama koreksi yang dalam tahun lalu.

Dusun Cimeong Mendadak Viral, Disebut Kampung Mati di Kuningan Karena Ditinggal Penghuninya

Selain Kue Keranjang, Empat Kue Tradisional Ini Dihidangkan Saat Imlek, Begini Resep Membuatnya

Keberhasilan Kwon juga mencerminkan tantangan pekerjaan bagi kaum muda Korea Selatan, dengan satu dari empat orang menganggur pada bulan Januari, tingkat terburuk dalam catatan, meskipun berada di antara kelompok yang paling berpendidikan di klub OECD negara-negara maju.

Tiga perempat melanjutkan ke perguruan tinggi setelah sekolah menengah, dibandingkan dengan rata-rata pengelompokan 44,5%, tetapi menemukan pekerjaan kreatif yang bermanfaat itu sulit.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved