Bencana Alam di Majalengka
Majalengka Dikepung Bencana Hidrometeorologi, Lima Kecamatan Alami Bencana Paling Parah
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mengakibatkan terjadinya bencana alam hidrometeorologi.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mengakibatkan terjadinya bencana alam hidrometeorologi.
Hidrometeorologi sendiri merupakan bencana yang dipengaruhi oleh cuaca yang berakibat banjir dan tanah longsor.
Bencana itu terjadi di 12 kecamatan di Kabupaten Majalengka.
Yakni, meliputi Kecamatan Kertajati, Jatitujuh, Kadipaten, Dawuan, Majalengka, Maja, Ligung, Sumberjaya, Rajagaluh, Cigasong, Kosakandel dan Panyingkiran.
"Rekap kejadian bencana di Kabupaten Majalengka, ada 12 kecamatan yang terkena dampak bencana alam berupa banjir, longsor dan pohon tumbang," ujar Reza saat ditemui Tribun, Selasa (9/2/2021).
• Bos Aneka Sandang Kuningan Meninggal Karena Covid-19, Susul Sang Istri, Adik: Bu Hajjah Bukan Covid
• Mega Proyek Waduk Kuningan Bakal Jadi Bencana Besar bagi Warga, 6 Desa Terancam Terendam
• Retakan Tanah di Ruas Tol Cipali KM 122 Hingga Membuat Jalan Ambles, Ini Kata ASTRA Tol Cipali
Reza menyebutkan, ada 29 kejadian bencana di 12 kecamatan tersebut.
29 kejadian bencana itu, terdiri dari 22 bencana banjir, 6 bencana tanah longsor dan 1 pohon tumbang.
Menurutnya, ada 5 kecamatan yang terkena dampak paling parah.
Lima kecamatan itu, ialah Kecamatan Kertajati, Jatitujuh, Kadipaten, Ligung dan Dawuan.
"Ada lima kecamatan paling parah dari total bencana. Misalnya di Jatitujuh, ada lima desa yang terendam banjir, kemudian Ligung ada empat desa dan Kertajati ada tiga desa," ungkapnya.
Data BPBD juga mencatat, ratusan rumah dan ratusan hektar sawah di Kabupaten Majalengka ikut terendam banjir.
Selain itu, ribuan warga juga harus diungsikan ke posko pengungsian.
Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Majalengka sendiri diakibatkan oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir.
Sejumlah ruang Sekolah Dasar (SD) II Pangkalanpari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka dijadikan tempat pengungsian korban banjir. Sekolah tersebut ditempati ribuan warga desa setempat akibat banjir yang terjadi sejak Senin (8/2) dini hari.