Kecelakaan Maut di Kuningan, Pengendara Motor Tewas Seketika di Jalan Kadugede - Darma
kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengendara roda dua terjadi di jalur wisata Darma - Kadugede, Kuningan
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Dalam penanganan tadi, petugas memberikan pelayanan seperti pada umumnya. Korban dibawa ke RSUD ini juga mendapat kawalan dari petugas kepolisian serta pengurusan pemulasara.
"Korban kami terima sudah tak bernyawa, kuat dugaan pengendara meninggal di tempat kejadian," katanya.
Selanjutnya, kata petugas di RSUD tadi, korban kecelakaan maut langsung dibawa kerumah duka di Kabupaten Garut.
"Iya, katanya warga Nagreg, Garut. Korban merupakan karyawan KPH di Kecamatan Garawangi," katanya.
Minta Pindah Tugas
Kabar meninggalnya karyawan Badan Kesatuan Pemangku Hutan Kecamatan Garawangi dalam kecelakaan maut di Jalan Darma - Kadugede ini mengejutkan rekan-rekan sejawat dan atasannya di BKPH. Karyawan tersebut diketahui bernama Nurohiman Ade Tita.
"Iya Kang, Pak Nurohiman meninggal dalam kecelakaan pagi tadi," ungkap Kepala Kesatuan Pemangku Hutan Kuningan, Umum Maksum saat dihubungi melalui ponselnya, Jum'at (5/2/2021).
Pria akrab disapa Maksum itu mengatakan, pihaknya menerima informasi beberapa menit dari kejadian kecelakaan tersebut. "Saya dengar ada karyawan meninggal akibat kecelakaan tidak lama dari kejadian, dari sana," katanya.
Maksum mengaku korban merupakan karyawan super baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemangku hutan.
"Beliau komitmen dan bertanggung jawab pada pekerjaan itu luar biasa," katanya.
Selain itu, masih kata Maksum, yang membuat tidak menyangka akan seperti ini terjadi pada korban, beberapa waktu sebelumnya minta pindah tugas dan ingin melanjutkan masa jabatannya di wilayah KPH yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
"Dari permohonan pindah tugas dengan alasan ingin dekat keluarga. Hal ini padahal kami sedang proses untuk segera surat tugas pindahnya turun," ujar Maksum lagi.
Mengenai beberapa hari sebelumnya pada korban, Maksum mengulas, bersangkutan diketahui sudah minta izin ke kantor dan hendak pulang, untuk urus anaknya yang akan dioperasi.
"Iya, kemarin sudah kami izinkan. Katanya mau bawa anaknya menjalani operasi tulang," ujarnya.
Menyinggung soal domisili asal korban, kata Maksum, bersangkutan merupakan warga Nagreg Kabupaten Garut.