Breaking News:

Peneliti LAPAN Ungkap Penyebab Longsor Cimanggung Sumedang Berdasarkan Data Citra Satelit

Peneliti Madya LAPAN, Atriyon Julzarika mengungkapkan penyebab terjadinya longsor di Cimanggung Sumedang yang menewaskan puluhan orang, dalam FGD

Tribunjabar.id/M Syarif Abdussalam
Peneliti Madya LAPAN, Atriyon Julzarika mengungkapkan penyebab terjadinya longsor di Cimanggung Sumedang yang menewaskan puluhan orang, dalam Forum Group Discussion (FGD) Tim Intelijen Penanggulangan Bencana, Selasa (3/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Peneliti Madya LAPAN, Atriyon Julzarika mengungkapkan penyebab terjadinya longsor di Cimanggung Sumedang yang menewaskan puluhan orang, dalam Forum Group Discussion (FGD) Tim Intelijen Penanggulangan Bencana, Selasa (3/2/2021).

Atriyon mengatakan bahwa alih fungsi lahan miring dan aliran air yang tidak terkendali diduga kuat menjadi penyebab utama longsor longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, pada 9 Januari 2021 lalu. 

Kepadatan penduduk dan pembangunan yang tidak terkendali pun akhirnya menyebabkan longsor tersebut menimbulkan korban 40 jiwa mendampaki 1.126 jiwa, dan kerusakan bangunan.

Menurutnya berdasarkan citra satelit, pada 2003 kawasan yang mengalami longsor tersebut masih berupa ladang tegalan dan cenderung hijau.

Persembunyian Pelaku dan Korban Bullying Cewek ABG di Indramayu Sudah Tercium, Polisi Langsung Gerak

Kakek Koswara Datang ke Pengadilan Digendong Menantu, Mau Mediasi dengan Anak yang Menggugatnya

Kecolongan Bupati Terpilih Sabu Raijua di NTT Masih Berstatus Warga Negara Amerika Serikat

Namun pada 2017 terlihat mulai terbentuk pembukaan lahan untuk perumahan baru.

"Dari analisis citra satelit, tidak hanya di lokasi longsor, tapi sekitarnya ada alih fungsi lahan. Berubah jadi tegalan, ladang, kebun, dan permukiman. Kawasan ini memiliki kemiringan lereng tinggi," kata Atriyon dalam Forum Group Discussion (FGD) Tim Intelijen Penanggulangan Bencana (TIPB), Rabu (3/2/2021).

Hal serupa dikatakan Pakar Longsor Universitas Gadjah Mada, Teuku Faisal Fathani.

Dia menyoroti struktur tebing berbentuk tapal kuda yang kemudian longsor menimpa permukiman di hilirnya.

Tebing dengan permukaan berbentuk seperti tapal kuda ini, katanya, sangat mudah menyerap air.

Halaman
12
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved