Breaking News:

KPK Terus Dalami Peran Anggota DPRD Jabar Terkait Korupsi di Indramayu, 2 Orang Saksi Sempat Mangkir

Peran para anggota DPRD Jawa Barat soal kasus tindak pidana korupsi suap di Kabupaten Indramayu masih terus didalami penyidik KPK.

KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Peran para anggota DPRD Jawa Barat soal kasus tindak pidana korupsi suap di Kabupaten Indramayu masih terus didalami penyidik KPK.

Tindak pidana korupsi suap itu terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu pada tahun 2019.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, ada sebanyak 6 orang saksi yang dipanggil penyidik pada Kamis (21/1/2021) kemarin.

Baca juga: KPK Dalami Peran Anggota DPRD Jabar dalam Kasus Suap Pengurusan Banprov untuk Kabupaten Indramayu

Baca juga: KPK Panggil 4 Orang Saksi Baru Kasus Korupsi Anggota DPRD Jabar Soal Suap Proyek di Indramayu

Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Abdul Rozaq Muslim (ARM).

Namun, hanya 4 orang saja yang datang memenuhi panggilan.

Mereka yang datang adalah Mantan Kepala Bappeda M Taufiq Budi Santoso; Anggota DPRD Jabar Phinera Wijaya, Anggota DPRD Jabar Cucu Sugyati, dan Mantan Kabid PSDA Dinas PUPR Indramayu (2017-2020) Kafidun.

"Para saksi digali pengetahuannya terkait upaya-upaya tertentu dari para anggota DPRD Provinsi Jabar dalam mengurus anggaran Banprov," ujar dia berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Jumat (22/1/2021).

Sedangkan dua saksi lainnya, yaitu Anggota DPRD Jabar Ade Barkah Surahman dan Anggota DPRD Jabar (2014-2019) Imas Noerani mangkir dari panggilan.

Ali Fikri menyampaikan, keduanya tidak hadir dan tanpa memberikan konfirmasi.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved