Breaking News:

KPK Panggil 4 Orang Saksi Baru Kasus Korupsi Anggota DPRD Jabar Soal Suap Proyek di Indramayu

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pada hari ini penyidik memanggil 4 orang saksi baru hari ini, Kamis (14/1/2021).

KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami kasus tindak pidana korupsi suap di lingkungan pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pada hari ini penyidik memanggil 4 orang saksi baru hari ini, Kamis (14/1/2021).

Mereka adalah DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2019-2024 Yod Mintagara, Anggota DPRD Kabupaten Indramayu Fraksi Golkar Periode 2019-2024 Muhaimin, Swasta Syafii, dan Lebe Swasta Kusnadi.

Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Abdul Rozaq Muslim (ARM).

Baca juga: Tampilkan Otot Lengan Ariel NOAH Tak Ragu Disuntik Vaksin, Risa Saraswati Justru Takut Hal Ini

Baca juga: Raffi Ahmad Minta Maaf Usai Dihujat Berkumpul Tanpa Masker Padahal Telah Divaksin, Ini Kata Raffi

"Hari ini (14/1) dilakukan saksi ARM TPK suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019," ujar dia berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 dan 2019-2024 Abdul Rozaq Muslim resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dana bantuan provinsi (banprov) untuk Kabupaten Indramayu oleh KPK pada Senin (16/11/2020).

Penetapan tersangka terhadap ARM merupakan pengembangan kasus suap proyek Pemkab Indramayu yang menjerat Mantan Bupati Indramayu Supendi.

Selain Supendi, kasus tersebut juga melibatkan Kepala Dinas PUPR Indramayu Omarsyah, Kabid Jalan Dinas PUPR Pemkab Indramayu Wempy Triyono dan pengusaha Carsa ES.

Abdul Rozaq Muslim diduga menerima suap sekira Rp 8,5 miliar dari Carsa.

Suap itu diberikan lantaran Abdul Rozaq telah membantu mengurus sejumlah proyek dari dana bantuan provinsi untuk Pemkab Indramayu untuk dikerjakan Carsa.

Tersangka Rozaq melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Baca juga: Ketua DPRD Indramayu Turut Dipanggil KPK, Jadi Saksi Tersangka ARM Soal Suap Pengaturan Proyek

Baca juga: Gadis Muda Dijual Ibu Kandungnya Rp 350 Ribu, Digerebek di Hotel Saat Layani Pria Hidung Belang

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved