Ada Pegawai Positif Covid-19, Ratusan Napi Lapas Khusus Narkotika Kelas IIA Cirebon Jalani Swab Test
Swab test massal itu berlangsung di areal taman Lapasustik Kelas IIA Cirebon, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Ratusan warga binaan Lapas Khusus Narkotika (Lapasustik) Kelas IIA Cirebon menjalani swab test, Jumat (22/1/2021).
Swab test massal itu berlangsung di areal taman Lapasustik Kelas IIA Cirebon, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
Para warga binaan pun tampak menjalani swab test di kursi yang telah disediakan.
Namun, barisan kursi tersebut telah diatur sedemikian rupa sehingga saling berjarak kira-kira satu meter.
Baca juga: 3 Pegawai Lapas Khusus Narkotika Cirebon Terpapar Covid-19, Kalapas: Seorang Sudah Sembuh
Baca juga: Kunjungi Bapas Kelas I Cirebon, Kakanwil Kemenkumham Jabar Sampaikan Pesan Ini
Selain itu, petugas medis yang melakukan swab test juga tampak mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa hazmat set lengkap.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, swab test itu bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan lapas.
Ia mengakui sebelumnya Lapasustik Kelas IIA Cirebon mengajukan permohonan swab test massal bagi warga binaan.
"Kami sampaikan ke Pak Bupati dulu selaku Ketua Satgas, dan alhamdulillah disetujui, sehingga hari ini dilaksanakan swab test massal," kata Enny Suhaeni saat ditemui usai kegiatan.
Ia mengatakan, secara teknis Dinkes Kabupaten Cirebon siap melaksanakan swab test bagi warga binaan Lapasustik Kelas IIA Cirebon.
Namun, jumlah warga binaan di lapas tersebut mencapai lebih dari 600 orang sehingga pihaknya pun mengonsultasikannya lebih dulu.
Enny Suhaeni juga mengakui swab test massal bagi warga binaan Lapasustik Kelas IIA Cirebon baru pertama kali dilaksanakan kali ini.
"Tapi, kalau swab test perorangan dari pegawai lapas ini sudah beberapa kali," ujar Enny Suhaeni.
Ia menyampaikan, hingga kini belum ada temuan kasus Covid-19 di kalangan warga binaan Lapasustik Kelas IIA Cirebon.
Karenanya, pihaknya berharap 600-an warga binaan yang mengikuti swab test massal kali ini hasilnya negatif Covid-19.
Baca juga: Tak Disangka, Seperti Ini Reaksi Habib Rizieq Tahu Listyo Sigit Prabowo Selangkah Lagi Jadi Kapolri
Baca juga: Anak yang Berani Menggugat Orangtua Kandung Rp 3 Miliar Meninggal Satu Hari Sebelum Sidang
3 Orang Pegawai Lapas Positif-Covid
Sebanyak tiga pegawai Lapas Khusus Narkotika (Lapasustik) Kelas IIA Cirebon dinyatakan positif Covid-19.
Karenanya, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon melaksanakan swab test massal terhadap ratusan warga binaan.
Kepala Lapasustik Kelas IIA Cirebon, Nur Bambang Suprihandono, mengatakan, mengatakan, seorang pegawai telah dinyatakan sembuh.
Sementara dua pegawai lainnya masih menjalani isolasi mandiri karena termasuk kategori kasus konfirmasi tanpa gejala.
Baca juga: Detik-detik Pengeroyokan Napi yang Tewas di Lapas Kelas II B Indramayu, Terjadi Jam Makan Sore
Baca juga: Tubuh Bupati Sleman Baru Disuntik Vaksin Sinovac Buatan China, Nyatanya Tetap Saja Positif Covid-19
"Dari tiga orang, satu di antaranya sudah sembuh, dan dua lainnya masih isolasi," kata Nur Bambang Suprihandono saat ditemui saat ditemui di Lapasustik Kelas IIA Cirebon, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jumat (22/1/2021).
Ia mengatakan, swab test massal kali ini sebagai upaya pencegahan untuk memutus penyebaran Covid-19.
Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk memastikan Lapasustik Kelas IIA Cirebon aman dari penyebaran virus corona.
"Upaya pencegahan ini harus dilakukan agar keselamatan petugas dan warga binaan terjamin," ujar Nur Bambang Suprihandono.
Ia menyampaikan, sebanyak 670 warga binaan Lapasustik Kelas IIA Cirebon mengikuti swab test massal tersebut.
Karenanya, pihaknya berharap seluruh warga binaan yang mengikuti swab test massal hasilnya negatif Covid-19.
Kegiatan itu tampak digelar di areal taman Lapasustik Kelas IIA Cirebon.
Para warga binaan pun tampak menjalani swab test di kursi yang telah disediakan.
Namun, barisan kursi tersebut telah diatur sedemikian rupa sehingga saling berjarak kira-kira satu meter.
Selain itu, petugas medis yang melakukan swab test juga tampak mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa hazmat set lengkap.
Baca juga: Tak Disangka, Seperti Ini Reaksi Habib Rizieq Tahu Listyo Sigit Prabowo Selangkah Lagi Jadi Kapolri
Baca juga: Michael Yukinobu Terpaksa Harus Putus dengan Kekasihnya Dampak Kasus Video Asusilanya dengan Gisel