Pandji Pragiwaksono Jadi Sorotan, Dinilai Bela FPI, Lalu Singgung Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

Sepuluh ribu lebih cuitan membahas soal Pandji Pragiwaksono dan terus bertambah.

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Pandji Pragiwaksono 

TRIBUNCIREBON.COM - Pandji Pragiwaksono, komika yang kini sedang menjadi sorotan karena ucapannya dianggap menyinggung dua ormas besar Islam di Indonesia.

Nama Pandji Pragiwaksono kini tengah menjadi sorotan banyak pihak.

Bahkan hingga berita ini ditulis Kamis, (21/1/2021) pagi, namanya berada di jajarang trending topic Twitter nomor satu.

Baca juga: Pandji Pragiwaksono Cerita Soal FPI, Senggol NU dan Muhammadiyah, Denny Siregar pun Langsung Ngegas

Kata Muhammadiyah turut ramai diperbincangkan dengan puluhan ribu cuitan.

Ia menjadi sorotan lantaran dinilai menyinggung dua organisasi masyarakat (ormas) besar Islam di Tanah Air.

Simak profil Pandji Pragiwaksono, komika yang kini sedang menjadi sorotan karena ucapannya dianggap menyinggung dua ormas besar Islam di Indonesia.
Simak profil Pandji Pragiwaksono, komika yang kini sedang menjadi sorotan karena ucapannya dianggap menyinggung dua ormas besar Islam di Indonesia. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam video yang diunggah di kanal YouTubenya, Minggu (3/1/2021).

Dalam video, Pandji Pragiwaksono berbincang bersama dua komika lainnya Afif Xavi dan Fikri Kuning.

Ternyata Fikri Kuning merupakan mantan anggota Front Pembela Islam (FPI) di tahun 2016, lalu.

Sementara Afif Xavi yang bertempat tinggal di Petamburan diminta untuk menceritakan kehidupan di sana.

Lantas Pandji Pragiwaksono menerangkan sejak lama ia merasa bahwa pembubaran FPI bukanlah sebuah jawaban.

Tak sampai di situ, komika 41 tahun ini mengingat kembali tulisannya beberapa tahun lalu.

Baca juga: Sosok Pawang Gondrong Taklukkan 200 Ular Termasuk King Kobra, Tak Kalah Hebat Dengan Panji Petualang

Baca juga: Nasib Kru Panji Petualang, Dia Digigit Ular Berbisa Mematikan, Panji Bilang Diobati Pakai Cara Dukun

Hal ini juga disampaikan oleh seorang Sosiolog, Tamrin Tomagola saat ia wawancarai.

"FPI itu hadir gara-gara dua ormas Islam yang gede itu udah jauh dari rakyat."

"Yaitu Muhammadiyah dan NU mereka jauh ke bawah, mereka itu elit-elit politik," tutur Pandji Pragiwaksono.

Pandji Pragiwaksono menambahkan, sedangkan FPI pada masanya dianggap dekat dengan masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved