Breaking News:

Sosok Pawang Gondrong Taklukkan 200 Ular Termasuk King Kobra, Tak Kalah Hebat Dengan Panji Petualang

Pawang gondrong Rony Agustino (39) yang dikenal piawai dalam menakluk berbagai jenis ular termasuk King Kobra.

Serambinews
Pawang Gondrong 

TRIBUNCIREBON.COM- Bagi sebagian besar manusia, ular adalah hewan yang menakutkan, apalagi ular jenis King Kobra yang dikenal sebagai raja ular dan punya bisa mematikan.

Hal tersebut tidak bagi Rony Agustino (39) yang dikenal piawai dalam menakluk berbagai jenis ular termasuk King Kobra.

Pria asal Gayo ini, dikenal luas dengan sebutan Pawang Gondrong oleh masyarakat di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Baca juga: Malam Pertama Diganggu Tiga Teman, Pengantin Baru Besoknya Curhat: Maaf Aku Sudah Tidak Perawan

Kalau di Indonesia terkenal dengan Panji Petualang, di Aceh sang penakluk raja ular dikenal dengan Pawang Gondrong yang sudah menaklukkan 200 lebih ular termasuk King Kobra.

Keahliannya itu, ia manfaatkan untuk membantu masyarakat dari teror berbagai jenis ular yang masuk ke rumah, kebun, maupun pemukiman warga.

Pawang Gondrong juga sering diminta untuk membantu petugas Pemadam Kebakaran di Pos Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, ketika ada laporan warga terhadap gangguan hewan reptil berbisa maupun yang tidak berbisa.

Dalam membantu warga dari teror ular termasuk yang berbisa, ia rela bertaruh nyawa tanpa ada meminta imbalan. Meskipun, dirinya mengaku bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya.

Menurut pengakuannya, ada juga sebagian masyarakat yang pengertian dan memberikan uang meskipun ia tidak memintanya. 

Baca juga: BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Senin 28 Desember: Waspadai Hujan & Petir di Wilayah Ini

Baca juga: Siap-siap, Penerimaan CPNS 2021 Akan Segera Dibuka, Ini Formasi yang Dibutuhkan

Baginya bukan imbalan yang diharapkan, sudah 25 tahun ia bergelut dalam hal ini, namun yang penting adalah bagaimana masyarakat teredukasi agar tidak membunuh hewan reptil yang semakin langka.

Menurutnya, ular tidak mengganggu manusia, hanya saja manusia yang merusak habitatnya sehingga terjadi konflik.

Halaman
1234
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved