Gempa Majene

Posting Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa Susulan Mamuju

 Sutrisno yang saat itu mengkhawatirkan kondisi putrinya meminta Gita keluar dari rusun. Saat itu, Gita juga meyakinkan bahwa ia dalam kondisi yang ba

Editor: Machmud Mubarok
Kolase/Tribun-Timur.com
Gempa di Mamuju, Sulawesi Barat menelan korban jiwa. Salah satunya adalah Gita Sutriani, seorang warga asal Kabupaten Pinrang yang menetap di Mamuju. 

TRIBUNCIREBON.COM - Gempa di Mamuju, Sulawesi Barat menelan korban jiwa. Salah satunya adalah Gita Sutriani, seorang warga asal Kabupaten Pinrang yang menetap di Mamuju.

Menurut sang ayah Sutrisno, sebelum meninggal tertimpa reruntuhan, putrinya sempat menghubunginya. Gita juga sempat mengunggah foto kondisi gempa dan ungkapan kekhawatiran di media sosialnya.

Sang ayah Sutrisno menceritakan, putrinya tinggal di Mamuju usai menikah dengan suaminya. Di sana, Gita tinggal di Rusun Makorem 142/Ttg, Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Baca juga: Febri Hariyadi Batal Main di Liga Malaysia, Ini Penjelasan Manajemen Persib dan Pelatih Sabah FC

Baca juga: Terdampak PPKM, Omzet Usaha Jasa Wisata dan Hotel di Kuningan Menurun Hingga 50 Persen

Baca juga: Raffi Ahmad Dilaporkan oleh David Tobing, Ternyata Sosok Ini Bukan Orang Sembarangan, Ini Profilnya

Sebelum insiden gempa susulan yang menewaskan Gita, putrinya itu sempat menghubungi sang ayah. Gita bercerita mengenai gempa pertama yang terjadi di wilayahnya.

"Kemarin sewaktu gempa pertama, dia telepon saya. Dia bilang, bapak gempa di Mamuju. Jadi saya bilang hati-hati, Nak, jangan tinggal di dalam rumah. Lebih baik di luar dulu," ujar Sutrisno saat ditemui di rumah duka, Jumat, (15/01/2021), seperti dilansir Tribun Pinrang.

 Sutrisno yang saat itu mengkhawatirkan kondisi putrinya meminta Gita keluar dari rusun. Saat itu, Gita juga meyakinkan bahwa ia dalam kondisi yang baik.

"Dia bilang tidak apa-apa ji bapak. Tapi saya punya rusun retak-retak mi," Sutrisno menirukan percakapan anaknya.

Pasca-gempa pertama, Gita juga sempat mengunggah foto di WhatsApp dan Facebook-nya pada Kamis (14/1/2021) malam.

Dalam unggahannya Gita mengaku mengkhawatirkan datangnya gempa susulan.

"Malam ini cerita.y kita di lorong dlu.. Takut.y gempa susulan" tulis dia. 

Kamis tengah malam, Gita masih menelepon keluarganya untuk memberikan kabar kondisi terkini mereka.

Setelah itu, kepada ibunya, Gita mengatakan akan masuk untuk tidur. "Tengah malam, sekitaran jam 12 malam dia bilang, Mama, mau ma masuk di dalam rusun. Masuk semua mi orang, mau ma saya juga masuk tidur," tutur Sutrisno.

Tak disangka gempa susulan kembali terjadi pada Jumat (15/1/2021) dini hari. Gita bersama suaminya pun lari menyelamatkan diri dari rusun tersebut. Namun, ia kembali masuk untuk mengambil ponselnya.

"Sewaktu sudah di luar rusun. Dia lupa HP-nya. Jadi lari dia kembali masuk. Pasnya di dalam, tiba-tiba dari atas jatuh itu material bangunannya Rusun. Jatuh tepat di kepalanya," kata Sutrisno, Jumat, (15/01/2021) siang.

Bangunan yang runtuh itu menimbun putrinya hingga meninggal dunia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved