Anak Yatim Hilang Ditemukan di Bogor
Hilang 8 Bulan Dua Anak Yatim Menggelandang di Jakarta Ngamen hingga Tidur di Emperan, Ini Sebabnya
Tantri Aryanti menceritakan, ia awalnya marah kepada ibunya karena kurang mendapat perhatian dan kabur.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Jumaenih (50) tak kuasa menahan haru karena bisa memandang lagi anaknya yang hilang selama 8 bulan lamanya.
Anaknya itu adalah Tantri Aryanti (13), ia kabur dari rumah bersama temannya Sahadah (14) pada Minggu (19/4/2020) lalu sekitar pukul 17.30 WIB.
Kedua sahabat itu sama-sama merupakan anak yatim warga Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.
Tantri Aryanti menceritakan, ia awalnya marah kepada ibunya karena kurang mendapat perhatian dan kabur.
Pada hari itu ia pun mengajak temannya Sahadah untuk kabur ke Cirebon dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk jalan-jalan.
Baca juga: BREAKING NEWS Alhamdulillah 2 Anak Yatim Asal Indramayu yang Hilang 8 Bulan Ditemukan di Bogor
Baca juga: Sudah 8 Bulan Anaknya Hilang Setelah Pamit Mengaji, Sang Ibu Terus Menangis hingga Sering Sakit
"Saya kan sempat marah sama ibu, terus pengen jalan-jalan ke Jakarta kan, cuma sebulan doang, terus mau pulang gak ada uang," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (14/1/2021).
Tantri Aryanti menyampaikan, di Jakarta ia bertahan hidup dengan cara mengamen di jalanan.
Hingga akhirnya ada seseorang yang membawa keduanya ke daerah Kabupaten Bogor.
Di Kabupaten Bogor, keduanya juga tetap mengamen agar bisa bertahan hidup.
Adapun untuk tempat tinggal, mereka biasa tidur di emperan pasar hingga pernah sempat disangka orang gila.
Kendati demikian, masih diceritakan Tantri, saat itu ia tak menghiraukan anggapan tersebut.
Ia dan Sahadah justru terus berjuang hidup dengan bekerja apapun, mereka selalu membantu para pedagang sayur dengan mencuci barang dagangannya di pasar.
"Lalu ada yang kasian, kami ditampung dirawat," ujar dia.
Hingga akhirnya, orang tersebut memberitahu keberadaan Tantri dan Sahadah setelah mengetahui berita keduanya hilang.
Tantri Aryanti menyampaikan, dirinya menyesal telah kabur dari rumah, ia juga berjanji tidak ingin mengulanginya lagi.
"Nyesel, gak mau lagi. Sekarang seneng bisa pulang," ujarnya.
Baca juga: Keluarga Kapten Didik Singkirkan Karangan Bunga Belasungkawa, Masih Berharap Ada Keajaiban Tuhan
Baca juga: Bayi Usia 7 Hari Ditinggal Sang Ayah, Korban Jatuhnya Sriwijaya Air: Sempat Video Call Liat Anak
8 Bulan Hilang Ditemukan di Bogor
Dua anak asal Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu yang sebelumnya dilaporkan hilang selama 8 bulan lamanya kini ditemukan.
Mereka adalah Tantri Aryanti (13 tahun) dan Sahadah (14 tahun).
Keduanya merupakan anak yatim sekaligus sahabat dekat.
Jumaenih (50) ibu dari Tantri Aryanti mengatakan, anaknya bersama sahabatnya Sahadah itu ditemukan di daerah Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor pada Minggu (10/1/2021) kemarin.

"Ada yang fotoin fotonya Tantri lagi tiduran," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (12/1/2021).
Jumaenih menceritakan, orang yang memberitahu keberadaan Tantri dan Sahadah mengaku mengetahui soal hilangnya dua anak itu viral di media sosial.
Ia pun berinisiatif memfoto keduanya dan melapor ke Polsek Balongan untuk mengkonfirmasi apakah anak yang dilaporkan menghilang adalah anak yang ditemuinya.
Setelah diteliti, foto itu identik dengan wajah Tantri dan Sahadah.
Pada malam itu, polisi pun ditemani keluarga melakukan penjemputan ke Kabupaten Bogor.
Selain memberitahu keberadaan Tantri dan Sahadah, orang tersebut juga mengasuh keduanya.
Saat ditemukan keduanya dalam kondisi sehat dan baik-baik saja.
Baca juga: Sudah 8 Bulan Dua Anak Yatim di Indramayu Tak Pulang ke Rumah, Sang Ibu Terus Menangis Tiap Hari
Baca juga: Keluarga Kapten Didik Singkirkan Karangan Bunga Belasungkawa, Masih Berharap Ada Keajaiban Tuhan
"Alhamdulillah sekarang sudah ketemu, bahagia banget," ujar Jumaenih.
Sebelumnya, kedua anak yatim itu dilaporkan menghilang pada Minggu (19/4/2020) lalu sekitar pukul 17.30 WIB.
Saat itu Tantri Aryanti bersama temannya Sahadah yang juga merupakan anak yatim hendak berangkat mengaji.
Menghilangnya Tantri juga membuat ibunya, Jumaenih menangis setiap hari hingga jatuh sakit, ia tak kuasa menahan kesedihan atas menghilangnya anak keempatnya tersebut.