Breaking News:

Bayi Usia 7 Hari Ditinggal Sang Ayah, Korban Jatuhnya Sriwijaya Air: Sempat Video Call Liat Anak

Salah satunya kisah sedih yang dialami bayi berusia 7 hari yang harus ditinggalkan ayah untuk selama-lamanya akibat jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182.

Editor: Mumu Mujahidin
(kolase Kompas.com/shutterstock)
Tinggalkan bayi usia 7 hari, Angga korban Sriwijaya Air sempat posting USG anak, tulis pesan mengharukan 

TRIBUNCIREBON.COM - Kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menyisakan luka mendalam bagi bangsa Indonesia terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.

Banyak kisah sedih dari para keluarga yang ditinggalkan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Salah satunya kisah sedih yang dialami bayi berusia 7 hari yang harus ditinggalkan ayah untuk selama-lamanya akibat jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182.

Ayah sang bayi berusia 7 hari yakni Angga Fernanda Afri, termasuk penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Bayi pertama Angga Fernanda Afri yang diberi nama Alvano Faeyza Alingga ini baru saja lahir pada 2 Januari 2021.

Baca juga: Dilarang Pulang oleh Sang Ibu, Mahasiswa Selamat dari Kecelakaan Sriwijaya Air: Allah Maha Baik

Baca juga: Suami Jadi Penumpang Sriwijaya Air SJ 182, Istri Kapten Didik Gunardi Tolak Bendera Kuning di Rumah

Untuk mengidentifikasi jenazah, istri Angga, Litdiya Prinda harus membawa bayinya untuk diambil sampel DNA-nya.

Sambil menggendong sang bayi, Litdya Prinda tampak berlinang air mata saat datang ke posko.

Ia dan bayinya kini harus berusaha tegar menerima kenyataan bahwa sang suami dan ayah anaknya, Angga Fernanda Afri jadi korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182.

Kakak korban, Toni mendampingi istri dan anak Angga untuk mengambil sampel DNA di posko ante mortem di RS Polri Kramat Jati, Minggu (10/1/2021).

"Ini anaknya Fernanda, anaknya baru berusia tujuh hari," ujar kakak kandung Angga, yaitu Toni di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, Minggu (10/1/2021).

Keluarga korban Pesawat Sriwijaya Air jalani pengambilan sampel Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati, Minggu (10/1/2021). Seperti yang terlihat, seorang bayi berusia tujuh hari akan diambil darahnya untuk dicocokan dengan sang ayah yang menjadi korban. ((Warta Kota/Desy Selviany))
Keluarga korban Pesawat Sriwijaya Air jalani pengambilan sampel Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati, Minggu (10/1/2021). Seperti yang terlihat, seorang bayi berusia tujuh hari akan diambil darahnya untuk dicocokan dengan sang ayah yang menjadi korban.
Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved