Breaking News:

7 Daerah di Jabar Belum Punya Pusat Isolasi Non-RS bagi Pasien Covid-19, Termasuk di Ciayumajakuning

Sebanyak tujuh kabupaten dan kota di Jawa Barat belum memiliki pusat isolasi nonrumah sakit (non-RS) untuk merawat pasien Covid-19.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
ILUSTRASI: Hotel Ono's yang disewa Pemkot Cirebon untuk isolasi pasien Covid-19 di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Sabtu (14/11/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebanyak tujuh kabupaten dan kota di Jawa Barat belum memiliki pusat isolasi nonrumah sakit (non-RS) untuk merawat pasien Covid-19.

Dengan hanya mengandalkan rumah sakit sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 dan isolasi mandiri di rumah, edukasi dan sosialisasi mengenai isolasi mandiri pasien Covid-19 pun perlu terus ditingkatkan.

Selama ini diketahui daerah yang belum memiliki pusat isolasi nonrumah sakit untuk pasien Covid-19 tanpa gejala adalah Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Baca juga: Ini 7 Daerah di Jabar yang Akan Memulai Vaksinasi Covid-19 Pada 14 Januari

Adapun di Kota Cimahi hanya terdapat Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemprov Jabar yang dijadikan pusat tempat isolasi.

Selama ini tersedia 3.016 tempat tidur di tempat isolasi nonrumah sakit di Jabar, terdiri dari tempat isolasi di tingkat kabupaten dan kota sebanyak 2.846 tempat tidur dengan keterisian 55,20 persen dan di BPSDM Provinsi Jabar sebanyak 170 tempat tidur dengan keterisian 71,70 persen.

Lima daerah dengan keterisian terbanyak adalah Kota Bekasi 96,15 persen, Kabupaten Pangandaran 90 persen, Kota Banjar 83,63 persen, Kota Depok 89,94 persen, dan Kabupaten Karawang 79,74 persen.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan bahwa sosialisasi dan edukasi terkait isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 tanpa gejala perlu terus ditingkatkan. 

Baca juga: Kantor BPBD Indramayu Kebanjiran, Biasa Menolong Korban Banjir Kini Kantor Penolong Itu Terendam

Hal itu bertujuan agar tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 dan pusat isolasi nonrumah sakit digunakan oleh pasien Covid-19 dengan gejala.

"Dasar pemikiran pembuatan pusat isolasi di daerah itu adalah karena disinyalir yang melakukan isolasi mandiri tidak disiplin. Ini wajar karena dilakukan mandiri di rumah dan tidak ada yang mengawasi. Tampaknya perlu sosialisasi tentang isolasi mandiri yang bisa dilakukan oleh masyarakat," kata Daud melalui ponsel, Selasa (12/1).

"Perlu ada komunikasi yang efektif untuk mengubah perilaku masyarakat. Sebaiknya sosialisasikan ini disatukan dengan penegakan aturan supaya masyarakat patuh," katanya.

Halaman
12
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved