Human Interest Story
Kisah Kolam Renang Pertama di Majalengka, Ternyata Jadi Tempat Mandinya Keluarga Raja
kolam renang yang dinamakan Sang Raja itu disebut-sebut sebagai tempat pemandian pertama yang ada di kabupaten berjuluk Kota Angin ini.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Di zaman modern seperti sekarang ini, keberadaan lokasi wisata kolam renang mudah dijumpai dimana-mana.
Hampir di setiap daerah memiliki kolam renang favorit untuk dikunjungi wisatawan.
Di Majalengka misalnya, kolam renang Jembar Waterpark di Kasokandel atau kolam renang Tirta Indah di Sindangwangi menjadi bukti keberadaan kolam renang masa kini.
Baca juga: Komnas HAM Bilang Polisi Lakukan Tindakan Unlawfull Killing, Minta Polisi yang Menembak Dipidana
Baca juga: Idham Azis Kini Dalam Masalah Besar, Komnas HAM Tuduh Polisi Hapus CCTV Saat Membunuh Laskar FPI
Baca juga: Gisel Ceroboh karena Berani Mengabadikan Adegan Wik Wik dengan Nobu, Nikita Mirzani Beri Tanggapan
Namun, tahukah Anda kolam renang pertama di Majalengka yang kini usianya sudah beratus-ratus tahun?
Di Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong Anda bisa menemui kolam renang pertama tersebut.
Ya, kolam renang yang dinamakan Sang Raja itu disebut-sebut sebagai tempat pemandian pertama yang ada di kabupaten berjuluk Kota Angin ini.
Kesan tua pada kolam renang Sang Raja sendiri sudah terlihat dari pemandangan sekitarnya.
Di sana masih terlihat beberapa pohon berukuran besar, yang disebut-sebut ada sejak lama.
Sementara air di kolam terlihat berwarna keruh cenderung kehijau-hijauan.
Menurut catatan sejarah yang ada, Sang Raja sudah ada sejak sekitar tahun 1800-an.
Saat itu, penyebutannya masih menggunakan istilah Tamansari.
Di tempat itulah, keluarga raja biasa bercengkerama atau dahulu disebut kedaleman.
"Awal mulanya dibangun oleh Demang Santana Sastra Permana sekitar tahun 1800, tempat bermainnya keluarga Tumenggung Natakarya. Sebenarnya sudah ada juga sejak tahun 1600, jadi keluaga Tumenggung ini meneruskan atau merawat kolam pemandian ini. Sementara, Demang Santana Sastra Permana itu anaknya Tumenggung Natakarya," ujar Ketua Grup Majalengka Baheula (Grumala), Naro kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (9/1/2021).
Keberadaan Tamansari bertahan hingga ratusan tahun.