Kapolsek Cibingbin Pastikan Hewan Ternak Warga Aman dari Ancaman Serangan Ajag
Namun setelah ada perburuan ajag dan beberapa ekor ajag mati ditembak, serangan terhadap hewan ternak tak terjadi lagi.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Hampir sebulan kasus kematian hewan ternak kambing milik warga Cibingbin dari serangan hewan buas ajag sempat menghebohkan warga Kuningan.
Namun setelah ada perburuan ajag dan beberapa ekor ajag mati ditembak, serangan terhadap hewan ternak tak terjadi lagi.
"Alhamdulillah aman dan semua warga juga beraktivitas seperti biasa," ungkap Kapolsek Cibingbin Iptu Asep Alamsah kepadaTribuncirebon.com, di sela kegiatannya di Mapolres Kuningan, Sabtu (9/1/2021).
Baca juga: Ini Nama-nama Penumpang Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh di Laut Kepulauan Seribu
Baca juga: Ada 3 Bayi dan 7 Anak-anak Dalam Penerbangan Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak
Baca juga: KESAKSIAN Nelayan, Terjadi Ledakan Api Saat Pesawat Terjun ke Laut di Kepulauan Seribu
Kapolsek mengatakan, untuk mengusir hewan ajag itu sampai menerjunkan pemburu dari Perbakin Kuningan.
"Iya terakhir tim perburuan melibatkan Perbakin, kita berhasil basmi hama ternak warga yaitu ajag sebanyak 6 ekor," katanya.
Pihaknya melakukan sejumlah langkah strategis dalam pengamanan dan menjaga lingkungan dari ancaman ajag.
"Kita kerap lakukan patroli dan pengawasan terhadap masing - masing desa, terlebih desa juga aktif ronda malam," katanya.
Diketahui sebelumnya, selama dua hari berturut-turut, Tim Perbakin bareng warga di Kecamatan Cibingbin melakukan perburuan ajag alias hewan pemangsa kambing warga sekitar.
"Proses perburuan terhadap anjing liar yang telah memangsa puluhan ternak warga di Kecamatan Cibingbin telah berlangsung dua hari," kata Kapolsek Cibingbin Iptu Asep Alamsah mewakili Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik kepada wartawan, Minggu (27/12/2020).
Asep mengatakan, perburuan berjalan sejak Sabtu (26/12/2020) dan Minggu (27/12/2020). "Tim pemburu gabungan dari anggota TNI Kodim 0615/Kuningan, Polres Kuningan, Perbakin, BPBD, Pemerintah Kecamatan, dan desa sekitar, dibantu warga, telah berhasil menembak 6 ekor anjing liar," ungkap Asep lagi.
Tim berhasil menembak dua ekor anjing liar di hutan sekitar Desa Cipondok dan Desa Ciangir. "Untuk hari kemarin, bareng warga telah menembak empat ekor. Jadi totalnya ada enam ekor yang berhasil ditembak," kata Asep.
Proses perburuan hari pertama, kata dia mengaku sempat ada hambatan karena cuaca. "Namun Tim dan warga setempat berhasil membunuh 4 ekor anjing liar," ujarnya.
Masuk hari kedua dalam perburuan, kata Asep, proses perburuan yang dilakukan selama 4 jam, dari pukul 14:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB, dari Perbakin berhasil menembak dua ekor anjing liar.
"Tadi sempat tidak konsen, karena masih banyak penduduk yang ingin melihat proses perburuan. Namun kita lebih waspada dan hati - hati saat berburu tadi," katanya. (*)